Foto : Agus Setiawan saat mengisi sambutan
Foto : Agus Setiawan saat mengisi sambutan
MEMOonline.co.id. Lumajang- Papan catur bukan sekadar permainan. Ia adalah ruang kelas bagi generasi muda untuk belajar berpikir strategis, melatih kesabaran, dan mengasah kemampuan mengambil keputusan yang tepat.
Semangat membangun karakter dan prestasi itu kembali diwujudkan melalui Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Catur Lumajang, Minggu (30/8/2026).
Diselenggarakan oleh Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Lumajang, ajang ini bukan sekadar mencari juara.
Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi sarana penjaringan dan pembinaan pecatur potensial dari berbagai kelompok usia — fondasi penting bagi olahraga nasional di masa depan.
Ketua Percasi Kabupaten Lumajang, Agus Setiawan, menegaskan bahwa Kejurkab merupakan agenda rutin strategis untuk memetakan potensi atlet sekaligus memberikan pengalaman bertanding sejak usia dini.
"Kejurkab ini menjadi agenda rutin Percasi Lumajang untuk menemukan bibit atlet catur, terutama sebagai persiapan menghadapi Popda 2026 dan Porprov 2027," kata Agus dikutip.
Pria yang kerap disapa Samco itu menegaskan, ini lebih dari sekadar permainan, ini pendidikan karakter.
Kompetisi yang digelar secara berjenjang memegang peranan vital dalam membangun regenerasi atlet yang berkualitas.
Melalui pertandingan, para pecatur tidak hanya mengukur kemampuan teknis, tetapi juga membangun mental bertanding, belajar menghadapi kemenangan dengan rendah hati, dan menerima kekalahan dengan sportivitas — nilai-nilai luhur yang membentuk karakter bangsa.
"Melalui agenda tersebut, kami berharap muncul pecatur-pecatur muda yang memiliki kemampuan dan mental bertanding untuk dipersiapkan menuju kompetisi di tingkat yang lebih tinggi," ungkap Agus.
Pertandingan menggunakan sistem catur cepat dengan kontrol waktu 15 menit + tambahan 5 detik per langkah (15+5) — format yang melatih ketepatan berpikir di bawah tekanan.
Peserta dibagi menjadi lima kelompok usia: U-9, U-12, U-15, U-18, dan Senior. Pembagian ini memungkinkan setiap anak bertanding sesuai jenjang usianya, sehingga kompetisi menjadi adil dan memberi peluang setara bagi setiap talenta muda untuk bersinar.
Panitia menyediakan total hadiah mencapai Rp 6,5 juta — apresiasi nyata atas semangat berkompetisi:
- U-9, U-12, U-15, U-18: Juara I–VI masing-masing Rp 1.000.000 - Senior: Juara I Rp 500.000, Juara II Rp 300.000, Juara III Rp 200.000, Juara IV Rp 150.000, Juara V–X Rp 100.000, Juara XI–XX Rp 75.000
Biaya pendaftaran terjangkau, hanya Rp 20.000 per peserta. Panitia juga menyediakan makanan ringan dan air mineral selama kegiatan berlangsung.
Peserta wajib membawa identitas diri, mengenakan pakaian rapi, serta membawa papan dan jam catur masing-masing.
Fondasi Olahraga Nasional dari Daerah
Kejurkab Catur Lumajang bukan hanya tentang satu hari pertandingan. Ini adalah bagian dari sistem pembinaan berkelanjutan — di mana atlet tidak hanya dipersiapkan untuk satu kemenangan, tetapi dibentuk untuk tumbuh secara konsisten.
Dari papan catur sederhana di Lumajang, diharapkan lahir pecatur-pecatur yang kelak mengharumkan nama daerah dan bangsa di pentas nasional maupun internasional.
"Pada akhirnya, nilai terpenting bukanlah piala yang diangkat, melainkan karakter yang ditempa: kemampuan berkonsentrasi, menyusun strategi, menghormati lawan, dan bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil — di atas papan catur maupun dalam kehidupan nyata. Catur mencerdaskan bangsa. Dari Lumajang, untuk Indonesia," pungkas Agus.
Penulis : Mas Her
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak