Komisi IV DPR Minta Polisi Segera Ungkap Ayah Kandung Bayi Tak Berdosa yang Dibuang di Puskesmas Batuan

Foto: Akis Jazuli, Ketua Komisi DPRD Kabupaten Sumenep
1760
ad

MEMOonline.co.id. Sumenep - Tampaknya, kasus pembuangan bayi di Puskesmas Batuan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memantik reaksi Komisi IV DPRD Sumenep.

Pasalnya, bayi perempuan yang diduga dilahirkan dan dibuang oleh AF, yang belakangan diketahui masih berstatus pelajar dan masih duduk di bangku kelas 9 sebuah SMA di Sumenep, sudah membuat masyarakat khawatir, tertuma orang tua yang anak gadisnya masih menimba ilmu di dunia pendidikan.

Selain itu, peristiwa tersebut sudah memberikan pukulan telak kepada dunia pendidikan, yang belakangan berulang kali diterpa kasus serupa.

"Saya minta pihak Kepolisian segera mengungkap ayah dari bayi itu. Sebab dia sudah melecehkan dan merendahkan martabat wanita. Kalo boleh, jangan cuma ibunya yang ditetapkan tersangka. Sebab kemungkinan ada alasan lain dia tega membuang bayi yang baru dilahirkannya, yaitu agar viral, dan laki - laki yang menghamilanya segera bertanggung jawab," kata Akis Jazuli, Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Senin (13/02/2023).

Bahkan atas kasus tersebut, Komisi IV akan segera memanggil Kepala Sekolah tempat korban belajar, Kacabdin Jawa Timur, Kepala Dinas Pendidikan, Polres Sumenep, Dinas Sosial, dan Kepala Puskesmas Batuan.

Hal itu dilakukan, agar kasus tersebut tidak berlarut, dan segera ditemukan pemecahannya.

"Insyaallah dalam waktu dekat kami panggil pihak - pihak terkait. Supaya madalah ini tidak berlarut dan berkepanjangan," papar Politisi Nasdem ini.

Diberitakan sebelumnya, Polres Sumenep akhirnya menetapkan seorang tersangka atas penemuan bayi di lingkungan Puskesmas Batuan, pada Minggu (12/2/2023) sekitar pukul 12.45 WIB.

Ia bernisial AF (18) warga Perum Batuan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep.

Sementara penetapan AF sebagai tersangka dilakukan, setelah sebelumnya dicurigai melakukan pembuangan bayi melalui bukti rekaman kamera pengintai atau CCTV di lokasi kejadian.

Bayi itu ditemukan Titik Armah (54), warga Perum Batuan Blok F RT 04 RW 02 Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep. Setelah mendengar tangisan bayi di belakang ruang rawat inap, ia mengecek ke arah suara dan menemukan bayi perempuan tanpa sehelai pakaian.

Selanjutnya, Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti S mengatakan, Titik Armah yang mendengar suara tangisan bayi saat itu sedang menemani Ibunya di Puskesmas Batuan.

“Suara tangisan si bayi itu dari belakang ruang rawat inap. Pas sudah dicek ternyata bayinya perempuan tanpa pakaian dan masih berlumuran darah,” kata Widiarti.

Hal itu membuat Polsek Sumenep kota dan Anggota Reskrim dan Resmob Polres Sumenep langsung beredar malakukan koordinasi dengan petugas medis Puskesmas Kecamatan Batuan untuk melakukan pemeriksaan terhadap perempuan yang dicurigai dan pemanggilan untuk dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis Puskesmas Kecamatan Batuan, Sumenep.

“Petugas kepolisian langsung memeriksa CCTV dan didapati perempuan berinisial FA (18) yang dicurigai, dan langsung dilakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan,” terangnya.

"Setelah diperiksa, ada darah di bagian baju belakang FA dan ari-ari. FA ini lalu dilakukan tindakan medis di Puskesmas Batuan" tutupnya.

Penulis     :    Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa kembali menggema di Kabupaten Sumenep. Sebanyak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Caffe SAE di Mapolres Batu menjadi tempat pertemuan santai antara Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin dan awak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadikan pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 sebagai...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dugaan rangkap jabatan yang melibatkan seorang oknum Sekretaris Desa (Sekdes) di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep,...

Komentar