Foto: Bupati Sumenep Ach. Fauzi saat memberikan sambutan dalam sebuah acara
Foto: Bupati Sumenep Ach. Fauzi saat memberikan sambutan dalam sebuah acara
MEMOonline.co.id. Sumenep - Tertangkapnya tiga terduga terorisme di tiga kecamatan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada 28 Oktober 2022 kemarin, menjadi atensi khusus pemerintah daerah setempat.
Pemkab Sumenep akan menggerakkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) untuk melakukan pendataan ketat kepada setiap warga yang berstatus pendatang ke Sumenep.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, mengatakan, bahwa Tim Datasemen Khusus (Densus) 88 sudah lama mengintai para tersangka.
Sebab, mereka diketahui masuk ke dalam jaringan terorisme yang terbangun di wilayah Sumekar.
“Dari informasi kepolisian, gabungan terorisme ini sudah membentuk pemerintahan sendiri. Hanya saja tidak sampai membentuk jaringan yang meluas,” ungkapnya, Senin (31/10/2022).
Dia berharap, Dispendukcapil melakukan pendataan yang ketat bagi pendatang. Sebagai antisipasi berkembangnya jaringan terorisme ini.
Fauzi juga mengajak semua elemen untuk bergerak melakukan sosialisasi ke masyarakat agar tidak ada lagi paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusian.
Sebagaimana informasi yang berkembang, warga yang ditangkap pada 28 Oktober 2022 di antaranya; A, seorang guru SD Negeri di Kecamatan Manding, N warga Kecamatan Kalianget, dan D, warga Kecamatan Kota.
Penulis : Alvian
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak