Wakil Bupati Pamekasan Ajak Masyarakat Cegah Stunting Dengan Pola Hidup Sehat

Foto : Pemerintah Kabupaten Pamekasan.
1589
ad

MEMOonline.co.id, Pamekasan - Sebagian besar masyarakat mungkin belum memahami istilah yang disebut stunting. 
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

Berdasarkan data dari pemerintah pusat, angka stunting di Pamekasan cukup tinggi, yakni mencapai hingga 38 persen, padahal temuan atau fakta dari petugas di lapangan angka stunting di daerahnya hanya sekitar 11 persen. Tentu, perlu penyelarasan data dengan pemerintah daerah perihal validasi data tersebut.

Maka dari itu, Wakil Bupati Pamekasan, Fattah Jasin mengajak semua lapisan masyarakat bersama-sama mencegah stunting pada anak dengan pola hidup yang sehat.

Menurutnya, pencegahan stunting itu bisa dilakukan mulai sebelum menikah dengan memperhatikan kesiapan alat reproduksi, kesehatan sperma bagi kaum pria, dan beberapa persiapan lain agar anaknya kelak tumbuh sehat.

“Stunting ini memang menjadi perhatian pemerintah, mulai pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten. Selain imunisasi, dan TBC (tubercolusis),” terangnya saat acara rembuk stunting di Azana Hotel, (21/9/2022).

Dia juga menyampaikan, untuk menekan angka stunting, Pemkab membentuk tim penggerak PKK yang memiliki kader hingga tingkat dusun yang dapat dimaksimalkan untuk penekanan stunting. Hanya saja, anggaran untuk PKK tahun 2022 cukup minim, tidak sampai Rp 100 juta.

Padahal, tambah dia, peran PKK sangat penting dalam memberikan edukasi kepada ibu hamil, ibu menyusui dan masyarakat hingga akar rumput lainnya dengan beberapa programnya. Seperti bulan timbang, dan program lain yang memerlukan dana tidak sedikit.

Dia menyampaikan, validitas data itu penting agar anggaran yang disediakan pemerintah kabupaten bagi masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menekan angka stunting tepat sasaran. Hal itu akan berdampak pada kesuksesan percepatan penekanan angka stunting di Pamekasan.

“Oleh karena itu, rembuk-rembuk ini harus bisa menghasilkan siap dan apa, tugasnya siapa, apa hasilnya, dan dimana tugasnya. Sehingga nanti hasilnya maksimal,” tutupnya.

Penulis      :    Wildan

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep memperpanjang masa penahanan Kepala Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Imrah, selama...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dugaan penangkapan seorang warga Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, terkait kasus narkoba menjadi...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Seorang pria berinisial I, warga Dusun Blumbang, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa...

MEMOonline.co.id. Jember- Sebuah video kecelakaan antara kereta api dan sepeda motor di Kabupaten Jember viral di grup WhatsApp, Rabu (13/5/2026)...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai mengintensifkan dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar...

Komentar