Tunjangan Sertifikasi Tak Cair, Ribuan Guru di Sumenep Merana

Foto: Moh. Tawil, Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Sumenep, saat ditemui wartawan di kantornya
1914
ad

MEMO onlin, Sumenep - Sejumlah guru sertifikasi di bawah naungan Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terpaksa gigit jari. Pasalnya, pemerintah belum mampu melunasi tunjangan terutang sejak tahun 2014.

Berdasarkan data di Kantor Kemenag Sumenep, tunjangan terutang sejak 2013 hingga November 2017, jumlahnya mencapai 63 miliar.

Jumlah tersebut berdasarkan hasil audit keuangan yang dilakukan oleh badan pemeriksa keuangan (BPK) perwakilan Provinsi Jawa Timur.

"Angkanya ketemu Rp63 miliar," kata Moh. Tawil, Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Sumenep, Rabu (29/11/2017).

Sementara jumlah guru sertifikasi dibawah naungan Kemenag Sumenep mencapai 2976 orang. Dengan rincian 2638 guru berstatus non Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan sebanyak 338 guru berstatus PNS.

"Kalau jumlah secara keseluruhan lebih dari 5 ribu guru," jelasnya.

Sedangkan besaran tunjangan setiap guru sertifikasi non PNS, sekitar Rp1,5 juta perbulan. Dan bagi guru sertifikasi yang berstatus PNS besarannya satu kali gaji. Sehingga semakin tinggi golongannya maka tunjangan sertifikasinya akan semakin besar.

Soal hutang tersebut, Tawil memastikan tahun ini akan terbayarkan. Karena berdasarkan hasil audit BPK realisasi tunjangan terhutang itu mestinya akan dibayar pada Agustus lalu. Namun karena ada perubahan juknis maka harus realisasi tunjangan akhirnya ditunda.

"Desember tahun ini kalau tidak ada perubahan akan dilunasi," jelasnya.

Sebab, lanjut Tawil anggaran tersebut telah dianggarkan oleh pemerintah pusat. "Insya Allah, hari ini atau besok ada tim yang sudah saya rekomendasi untuk ke Pamekasan menandatangani surat penyerahan berkas hutang itu. Besar kemungkinan awal Desember sudah cair," jelasnya.

Apakah anggaran sudah ada di Kemenag Sumenep?, pihaknya mengatakan masih belum sampai di rekening Kantor Kemenag Sumenep. Pos anggaran itu masih ada di Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur.

"Jadi saat ini hanya tinggal menunggu surat itu, setelah disposisi dari Kanwil, langsung akan kami cairkan," pungkasnya.

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Lumajang- Satreskrim Polres Lumajang berhasil meringkus pelaku pemerasan dan pengancaman terhadap seorang sopir mobil Isuzu di...

MEMOonline.co.id, Jakarta - Laga antara Madura United vs Bhayangkara FC di pekan ke-27 BRI Liga 1 2023-2024 yang berlangsung di Stadion PTIK Jakarta,...

MEMOonline.co.id, Surabaya- Polda Jawa Timur bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah melaksanakan Apel gelar pasukan Operasi Keselamatan...

MEMOonline.co.id, Lumajang- Kembali instansi kepolisian, hendak menggelar operasi terpusat. Kali ini dengan Sansi Ops Keselamatan Semeru 2024,...

MEMOonline.co.id- Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) GA/12408 untuk menangkal Islamophobia pada 15 Maret 2022 telah menyadarkan masyarakat...

Komentar