Peletakan Batu Pertama Pembangunan Myze Hotel di Sumenep Diiringi Lantunan Shalawat Nabi

Foto: Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi-Nyai Hj. Dewi Khalifah, saat peletakan pertama pembangunan Myze Hotel
1697
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Peletakan batu pertama pembangunan Myze Hotel di simpang tiga Jl. Arya Wiraraja, Desa Kolor, Kecamatan Kota, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Jumat (22/10/2021) pagi, berlangsung Khidmat.

Pasalnya, peletakana batu pertama pembangunan Myze Hotel yang dirancang berkelas dan berbintang empat itu, dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi-Nyai Hj. Dewi Khalifah, serta diiringi lantunan shalawat nabi.

Acara tersebut juga disaksikan MH Said Abdullah beserta keluarga, serta Manajemen Luminor Hotel dari Waringin Hospitality Hotel Group.

Usai peletakan batu pertama, acara dilanjutkan ke pelepasan balon, sebagai tanda peresmian oleh Myze, si putri bungsu MH Said Abdullah yang namanya diabadikan sebagai nama hotel itu.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi berharap kehadiran Myze Hotel akan menambah fasilitas hotel dan penginapan di Sumenep guna menyediakan akomodasi yang nyaman bagi para tamu dan wisatawan.

“Sebelum pandemi Covid-19, Sumenep selalu kedatangan kapal pesiar. Namun mereka hanya bertahan 2 hari karena belum tersedia hotel bintang 4,” ungkapnya.

Dengan hadirnya hotel bintang 4 di Sumenep tersebut, Bupati Achmad Fauzi berharap para tamu dan wisatawan akan semakin sering berkunjung dan betah di Kota Keris.

Bukan hanya membawa berkah terhadap pemiliknya, Myze Hotel juga diharapkan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat Sumenep.

“Saya berharap pembangunan Myze Hotel Sumenep lancar dan cepat selesai, sehingga mampu menyerap tenaga kerja lokal dan nantinya berdampak positif pada perekonomian masyarakat ,” harap Fauzi.

Sementara MH Said Abdullah menyatakan, dirinya bukan owner tunggal dari Myze Hotel.

“Ownernya tidak tunggal. Jadi, owner Myze Hotel ini Said Abdullah dan kawan-kawan, karena ini dibangun bersama para investor,” jelas Ketua Banggar DPR RI itu.

Pembangunan Myze Hotel by Luminor, kata Said merupakan bagian dari nawaitu untuk membangun Madura.

Sebagai putra daerah, selama ini Said berusaha mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk membangun Madura. Sebab, dia dibesarkan di tanah Madura.

Sehingga, pihaknya menggandeng investor untuk membangun sebuah hotel untuk membantu Pemerintah Daerah, khususnya dalam memajukan sektor pariwisata.

“Jadi ukurannya bukan untung rugi, tapi menambah tenaga kerja kita. Kesejahteraan masyarakat kita jauh lebih penting daripada motif ekonomi,” tegas Said.

Politisi yang juga pengusaha itu berharap, kehadiran Myze Hotel bisa membuat para wisatawan yang berkunjung ke Sumenep semakin betah, karena fasilitas akomodasi yang lebih memadai.

"Insyaallah sesuai dengan komitmen PT ISTAKA, pembangunan Myze Hotel ini bisa selesai dalam waktu 12 bulan," pungkas MH Said Abdullah.

Penulis: Satrio

Editor: Udiens

Publisher: Isma

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Upaya mengurangi sampah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat terus dilakukan di Desa Pagerungan Besar,...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Praktik pungutan yang diduga terselubung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Jalan Kalimas, Lumajang, kini kian menjadi...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Kabar duka menyelimuti skena underground punk Kota Batu. Rockim, vokalis utama band punk rock BRAIN WASH “Theraphy...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi dalam rangka memperingati Hari...

Komentar