Pengelola APMS Kepulauan Dilaporkan Warga ke Mapolres Sumenep. Ternyata Ini Alasannya 

Foto: Syaifuddin salahsatu warga Sumenep
1302
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Hingga saat ini, Pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Kepulauan Kangean, Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus dipersoalkan.

Pasalnya, pendistribusian BBM ke kepulauan, ditengarai penuh kongkalikong. 

Sehingga membuat masyarakat resah   karena menyebabkan harga BBM melambung tinggi.

Menyikapi hal itu, salah satu warga Sumenep Syaifudin, secara resmi melaporkan pengelola Agen Penyuplai Minyak dan Solar (APMS) 01 dan 03 ke Mapolres Sumenep, Senin (19/3/2018).

"Demi kemaslahatan warga, terpaksa kami laporkan dugaan adanya penyinpangan ini ke Polres. Karena yang bermain dua APMS itu," kata Syaifuddin, saat ditemui usai laporan di Mapolres Sumenep.

Dikatakan, pelaporan itu berdasarkan hasil invenstigasi yang dilakukan selama beberapa pekan lalu. 

Hasilnya dua APMS tersebut diketahui menjual BBM Bersubsidi jenis Premimun dan Solar kepada pengusaha (pengepul). 

Mestinya kata Syaifuddin, APMS menjual BBM kepada konsumen melalui dispenser.

Selain menyebabkan harga melambung tinggi, juga menyebabkan terjadinya kekosongan di APMS. 

"Saat ini harga premium dikalangan pengecer masih Rp10 per satu botol. Bahkan masyarakat saat hendak ngisi di APMS sering kosong," jelasnya.

Kosongnya BBM itu disinyalir karena adanya permainan anatara pengelola APMS dengan pengepul dengan patokan harga diatas harga eceran tertinggi (HET). 

"Pengepul terkadang menitipkan uang kepada APMS untuk mendapatkan jatah. Kalau bayar di muka pengepul membayar Rp1,4 juta, apabila pembayaran saat pengambilan BBM, pengepul harus bayarRp 1,5-1,6 juta," jelasnya.

Saat ini jumlah pengepul di Pulau Kangean kata Syaufuddin cukup banyak, yakni diatas 10 pengusaha yang mengambil alih pendistribusian BBM secara ilegal.

"Tapi yang kami lampirkan hanya dua pengusaha, yang lain menyusul. Kami harap kepolisian serius mengusut laporan ini," harapnya.

Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Abd Mukid membenarkan adanya laporan tersebut. Hanya saja pihaknya belum bisa memberikan pernyataan karena belum menerima laporan dari penyidik. 

"Masih diproses, kami belum terima laporannya. Kalau belum menerima apa yang mau disampaikan," tegasnya. (Napi/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sebuah pengumuman beredar di kalangan pelaku usaha tambang di wilayah Gladak Perak, pasca meninggalnya seorang pekerja...

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan Inovasi untuk Anak Sekolah...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali melakukan penyegaran birokrasi melalui rotasi dan mutasi sejumlah pejabat di...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Sekretariat Bersama Media Online Lembaga Investigasi dan Pengawasan Aset Negara Republik Indonesia (SEKBER LIPAN-RI)...

Komentar