Soal 60 SD Tanpa Kepala Sekolah di Sumenep, Komisi IV Minta Pemerintah Serius Menuntaskan

Foto: H. Samioedin, S.pd, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep
712
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Dunia Pendidikan Sumenep terus mendapat sorotan tajam dari wakil rakyat.

Pasalnya, kekosongan 60 lebih Sekolah Dasar (SD) di Sumenep yang tidak memiliki kepala sekolah, terus menyedot perhatian publik.

Hal itu sengaja dibeberkan Irwan Hayat, Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dalam Rapat Paripurna Penyampaian Pandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi Raperda Tentang Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD tahun 2020, Rabu, (9/6/2021), kemarin.

Harapannya, kata Irwan, supaya mendapat respon serius dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, utamanya Dinas Pendidikan.

"Ini sengaja menjadi atensi dan sengaja dimasukkan di Pemandangan Umum (PU) kami, untuk mendapat respon pemerintah kabupaten Sumenep, khususnya Dinas Pendidikan", bebernya, Rabu, (9/6), kemarin.

Sementara, pengakuan mengejutkan disampaikan oleh, H. Samioedin, S.pd, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, pihaknya, mengaku tekait pembahasan temuan 60 SD tidak memiliki kepala sekolah di Kabupaten Sumenep sudah dibahas sejak tahun kemarin.

Bahkan, katanya, Komisi IV sudah membawa pembahasan tersebut ke rapat komisi berkali-kali. Pihaknya, mengatakan sudah beberapa kali memanggil Dinas Pendidikan untuk temuannya segera ditindak lanjuti.

Sayangnya, Kata Politisi Dapil V tersebut, sampai sekarang belum ada tindakan konkrit dari Dinas Pendidikan.

"Sudah di Komisi berkali-kali di sampaikan, Berkali-kali kami menyampaikan, dari tahun kemarin sudah di sampaikan. Setiap di panggil sudah, setiap ketemu dengan komisi disampaikan." Kata Samioedin, yang juga politisi PKB.

"Akhirnya, karena tidak ada langkah sama tidaknya, akhirnya ya kita sampaikan di Pemandangan Umum, biar tau semua." tegas dia,

Bahkan tak tanggung-tanggung, pihaknya tau mana saja SD yang tidak memiliki kepala sekolah.

Berdasarkan keterangannya, dari kurang lebih 60 SD itu diantaranya tersebar di Kecamatan Batuputih, Dungkek, Batang-Batang, Gapura. Bahkan di Kepulauan juga ditemukan hal sama.

"Saya ndak main-main dengan masyarakat, ndak main-main dengan pendidikan." geram dia ketika diwawancarai media ini, Kamis, (10/6).

Lagi, pihaknya tetap akan serius mengawasi sampai dimana tindakan pemerintah mampu menuntaskan permasalahan di dunia pendidikan ini.

Kenapa, sebab menurutnya, "mana bisa maju kalau tidak ada kepala sekolahnya."

Sementara di pihak lain, Dinas Pendidikan belum memberikan respon. Karena pihak terkait ketika dikunjungi ke kantornya bertepatan berada diluar dan belum mendapat respon setelah dihubungi melalui seluler (WA).

Penulis: Rifand NL

Editor: Udiens

Publisher: Lina

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menilai publikasi pemerintah kini tidak lagi sekadar pelengkap aktivitas birokrasi, tetapi...

MEMOonline.co.id. Jember- Kecelakaan terjadi di Jalan Ahmad Yani NO 130 tepatnya di Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari kebupaten Jember melibatkan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Proyek pengurangan resiko bencana Gunung Berapi di sungai aliran lahar Semeru Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Lumajang, Nor Holik, menghadiri langsung acara peresmian organisasi MADAS (Madura Asli...

Komentar