Begini Cara Wujudkan Kampung Damai Ala Wahid Fondation

Foto : Penampilan Teater "Keluarga Minarsih" Ketika Ikut Memeriahkan Kegiatan Wahid Fondation
1474
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Dalam rangka memperingati hari Perempuan Internasional (International Women Day’s) Wahid Fondation (WF) adakan kegiatan Ngaji Bareng Dan Diskusi Film Ducumenter "Perempuan-perempuan Juru Damai" yang bertempat di Balai Kecamatan Guluk Guluk Kamis (15/03/2018).

Kegitan tersebut dihadiri oleh berbagai elemen Masyarakat, Salah satunya Tokoh Agama (Jajaran Masyaih Dari Pondok Pesantren), Pemerintahan Setempat (Camat, Kades), Pemerintahan Daerah (Perwakilan dari DPMD) dan juga seluruh perempuan yang tergabung dengan Kelompok Binaan Wahid Fondation.

Kegiatan yang berlangsung beberapa jam tersebut berjalan dengan begitu meriah, pasalnya selain dengan agenda utama diskusi tentang Film documenter "Perempuan-Perempuan Juru Damai" juga dimeriahkan oleh kreasi para santri dengan penampilan Teater dengan Judul "Keluarga Minarsih", Selain itu pula juga ada bazar dari Hasil Produksi yang telah dikelola oleh ibu-ibu binaan dari Wahid Fondation.

"Film dicumenter ini merupakan karya teman-teman, Film ini juga ingin mendocumentasikan Proses ibu-ibu yang menjadi dampingan Wahid Fondation, kata Sekar, selaku Kordinator Wahid Fondation Kabupatem Sumenep,

Untuk diketahui Film tersebut sebuah karya Nafira, dengan Sutradara Nia Dinata dan dibantu oleh teman-teman perempuan yang masuk pada binaan WF.

Sebenarnya WF sudah melakukan pendampingan terhadap ibu-ibu sudah cukup lama dan juga sudah masuk di berbagai kabupaten salah satunya di Bogor, Depok, Solo Raya, Malang Raya dan juga sumenep, kata Sekar, ketika ditemui waktu acara berlangsung.

"Untuk di Sumenep Sendiri masih beberpa Desa saja yang telah kami lakukan pendampingan, Desa Payudandang, Desa Prancak dan Desa Guluk Guluk, tuturnya.

Sekar Melanjutkan, dari Tiga Desa tersebut terdapat Empat Kelompok salah satunya, Kelompok Sumber Makmur (Payudandang), Kelompok Pasae dan PSG (Guluk Guluk) dan Kelompok Assalamah (Prancak).

Pihaknya Menegaskan, pendampingan yang dilakukan WF ini bertujuan untuk bagaimana menciptakan Kampung Damai di kabupaten Sumenep, meskipun sampai hari ini masih beberapa desa saja yang sudah tercover namun pihaknya optimis WF ini mampu mengisi ruang di berbagai desa di Kabupaten Sumenep.

"Kami sudah melakukan kordinasi dengan lembaga pemerintah mulai dari pemerintahan Desa sampai ke Dinas Dinas.

Kemudian Sekar Menambahkan, mendampingan yang dilakukan WF untuk sementara Fokus pada Poros perempuan Saja, kami ingin menunjukkan bahwa Perempuan itu mampu hidup Mandiri, Pendampingan WF ini meliputi, Kegiatan Ekonomi dan Pendidikan.

"Perempuan-Perenpuan yang sudah masuk pada Binaan WF hendaknya menjadi contoh bagi Perempuan lain untuk bisa Kreatif, karena kami disini sudah memberikan sebuah pelatihan-pelatihan dan pengolahan ke uangan, pungkasnya. (Nafi/Diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep memperpanjang masa penahanan Kepala Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Imrah, selama...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dugaan penangkapan seorang warga Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, terkait kasus narkoba menjadi...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Seorang pria berinisial I, warga Dusun Blumbang, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa...

MEMOonline.co.id. Jember- Sebuah video kecelakaan antara kereta api dan sepeda motor di Kabupaten Jember viral di grup WhatsApp, Rabu (13/5/2026)...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai mengintensifkan dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar...

Komentar