Ibu Balita Korban Pembunuhan Sadis di Ambunten Mendapat Advokasi dan Pendampingan Gratis Tim Hukum DPC PERADI RBA Madura Raya

Foto: Syafrawi, SH. dari Tim hukum dari DOC PERADI Madura raya, saat melakukan pendampingan di Mapolsek Ambunten
1833
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep – Sebagai bentuk solidaritas dan simpati pada ibu Hamidah, yang putrinya diduga dibunuh dengan sadis oleh orang tak dikenal, Tim Hukum DPC PERADI RBA Madura Raya memberikan Advokasi dan pendampingan hukum secara cuma - cuma (Pro Bono) pada ibu balita korban pembunuhan di Desa Tambaagung Ares, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep.

Tim hukum dari DOC PERADI Madura raya yang terdiri dari Syafrawi, S.H., Shahibul Arifin, S.H.I., M.H.I. dan Syaiful Bahri, S.H. mulai tadi pagi Jum'at (23 April 2021) sudah memberikan pendampingan kepada para saksi dan orang tua korban saat dimintai keterangan di Kantor Kepolisian Sektor Ambunten - Sumenep, mulai pukul 10.00 Wib sampai selesai.

“Advokasi dan pendampingan hukum kami berikan secara Cuma - Cuma kepada ibu Hamidah dan saksi lainnya. Sebab peristiwa pembunuhan yang menimpa Selfi Nor Indasari (4), tergolong pembunuhan sadis,” kata Syafrawi SH. Saat dikonfirmasi media ini, Jum’at (23/04/2021).

Sebab menurutnya, Selfi Nor Indasari diduga dibunuh dengan kejam oleh orang tak dikenal, serta mayatnya dilempar kedalam sumur mati dalam kondisi terbungkus karung.

“Ini sangat menyakitkan dan mengerikan bagi kami. Apalagi korban masih balita, yatim lagi,” papar Syafrawi.

Selain itu, saat ditemukan korban sudah dalam kondisi membusuk dalam sumur serta seluruh perhiasannya seperti kalung, anting dan gelang semuanya berbahan emas diambil oleh pelaku.

Oleh sebab itu, pihaknya atas nama Tim hukum dari DOC PERADI Madura raya akan terus memberikan advokasi serta pemdampingan kepada para saksi serta ibu korban dalam menjalani pemeriksaan pihak kepolisian.

Tim hukum PERADI Madura juga akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan dan perampasan perhiasan emas milik korban yang masih balita, yang pelakunya diduga tidak sendiri.

Sebab dengan peristiwa itu, masyarakat merasa trauma dan mengalami ketakutan yang luar biasa. “Mereka peristiwa seperti itu menimpa putra putri mereka,” pungkasnya.

Penulis: Ida Farida

Editor: Udiens

Publisher: Dafa

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di PAUD H.I. EL-FATH melalui...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Pemerintah...

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat paripurna pada Jum’at (14/8/2026) dalam...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Menghadapi pesatnya perkembangan teknologi informasi dan ancaman kejahatan siber, Satuan Binmas (Satbinmas) bersama...

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat paripurna dengan agenda mendengarkan...

Komentar