Ibu Balita Korban Pembunuhan Sadis di Ambunten Mendapat Advokasi dan Pendampingan Gratis Tim Hukum DPC PERADI RBA Madura Raya

Foto: Syafrawi, SH. dari Tim hukum dari DOC PERADI Madura raya, saat melakukan pendampingan di Mapolsek Ambunten
1831
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep – Sebagai bentuk solidaritas dan simpati pada ibu Hamidah, yang putrinya diduga dibunuh dengan sadis oleh orang tak dikenal, Tim Hukum DPC PERADI RBA Madura Raya memberikan Advokasi dan pendampingan hukum secara cuma - cuma (Pro Bono) pada ibu balita korban pembunuhan di Desa Tambaagung Ares, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep.

Tim hukum dari DOC PERADI Madura raya yang terdiri dari Syafrawi, S.H., Shahibul Arifin, S.H.I., M.H.I. dan Syaiful Bahri, S.H. mulai tadi pagi Jum'at (23 April 2021) sudah memberikan pendampingan kepada para saksi dan orang tua korban saat dimintai keterangan di Kantor Kepolisian Sektor Ambunten - Sumenep, mulai pukul 10.00 Wib sampai selesai.

“Advokasi dan pendampingan hukum kami berikan secara Cuma - Cuma kepada ibu Hamidah dan saksi lainnya. Sebab peristiwa pembunuhan yang menimpa Selfi Nor Indasari (4), tergolong pembunuhan sadis,” kata Syafrawi SH. Saat dikonfirmasi media ini, Jum’at (23/04/2021).

Sebab menurutnya, Selfi Nor Indasari diduga dibunuh dengan kejam oleh orang tak dikenal, serta mayatnya dilempar kedalam sumur mati dalam kondisi terbungkus karung.

“Ini sangat menyakitkan dan mengerikan bagi kami. Apalagi korban masih balita, yatim lagi,” papar Syafrawi.

Selain itu, saat ditemukan korban sudah dalam kondisi membusuk dalam sumur serta seluruh perhiasannya seperti kalung, anting dan gelang semuanya berbahan emas diambil oleh pelaku.

Oleh sebab itu, pihaknya atas nama Tim hukum dari DOC PERADI Madura raya akan terus memberikan advokasi serta pemdampingan kepada para saksi serta ibu korban dalam menjalani pemeriksaan pihak kepolisian.

Tim hukum PERADI Madura juga akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan dan perampasan perhiasan emas milik korban yang masih balita, yang pelakunya diduga tidak sendiri.

Sebab dengan peristiwa itu, masyarakat merasa trauma dan mengalami ketakutan yang luar biasa. “Mereka peristiwa seperti itu menimpa putra putri mereka,” pungkasnya.

Penulis: Ida Farida

Editor: Udiens

Publisher: Dafa

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Fakta terbaru terungkap setelah media mewawancarai Ery Dyahyu Cahyani, Kepala Bidang Koordinasi Wilayah (Korwil)...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Baru beberapa hari dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Achmad...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Sebanyak 132 perumahan di Kota Batu, baru 72 perumahan yang menyerahkan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) ke...

MEMOonline.co.id. Sampang- Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kabupaten...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Perkara dugaan tindak pidana korupsi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Sumenep memasuki babak...

Komentar