Foto : Abdul Aziz Agus Priyanto
Foto : Abdul Aziz Agus Priyanto
MEMOonline.co.id, Sampang - Abdul Aziz Agus Priyanto, salah satu pecinta keadilan dan pegiat sosial Kabupaten Sampang mengecam keras terhadap Wakapolres Sampang Kompol Rizky Tri Putra.
Kecaman itu muncul karena dinilai telah melakukan arogansi terhadap rekan rekan wartawan saat pres release di Mapolres Sampang kemarin (20/4/2021).
Semestinya, Wakapolres Sampang bisa memberikan contoh yang baik, bukan malah melakukan arogansi terhadap pemburu berita.
"Sosok pimpinan sikapnya jangan seperti itu, apalagi dia lulusan Akpol," terang Aziz, rabu (21/4/2021).
Kata Aziz biasa dipanggil menambahkan, pada era kepemimpinan Kapolri Jenderal Drs. listyo Sigit Prabowo, M. Si hendak menghilangkan citra negatif Kepolisian.
Beberapa citra negatif diantaranya seperti arogan, pungutan liar (pungli) dan pelayanan yang berbelit.
"Pelayanan Polri yang dirasakan sebagian masyarakat mungkin masih berbelit, sikap dan perilaku anggota polri yang kasar atau arogan yang dirasakan masyarakat, adanya pungli pada sebagian pelayanan," tutur bapak dua anak ini.
Hal ini kata Aziz. menimbulkan persepsi publik bahwa, kinerja kepolisian tak terlalu baik dan berimplikasi pada kepercayaan mereka.
Oleh karena amat sangat disayangkan perilaku yang sangat tidak mencerminkan Profil Polri ke depan ditunjukkan Wakapolres Sampang Kompol Rizky Tri Putra kepada rekan - rekan pers saat press release dengan umpatan yang kurang etis.
"Kinerja rekan - rekan pers untuk minta konfirmasi ke narasumber menjadi syarat mendasar sehingga hasil karyanya menjadi sebuah karya jurnalistik yang ditunggu oleh masyarakat," kata lulusan Hukum di UNIRA ini.
Untuk itu kata Aziz, sungguh amat disayangkan perilaku yang tidak humanis ditunjukkan Wakapolres Sampang tersebut seakan - akan rekan jurnalis dianggap pesakitan dan pelaku kriminal, bahkan diultimatum dengan kata kata, terakhir ya dan nyerocos.
"Seharusnya seorang Wakapolres sadar bahwa rekan - rekan jurnalis di dalam peliputan dilindungi oleh norma dan bahkan ada MOU pada tataran elit antara Kapolri dengan Dewan Pers," pungkas pria kelahiran tahun 1970.
Penulis: Fathur
Editor: Udiens
Publisher: Dafa