Dinilai Tak Serius Brantas Rokok Ilegal, LSM Komad Gelar Aksi Demo Didepan Kantor Bea dan Cukai Madura

Foto: Aksi Demo LSM KOMAD di Depan Kantor Bea Cukai Madura
944
ad

MEMOonline.co.id, Pamekasan - Puluhan pemuda yang tergabung dalam Komunitas Monitoring Dan Advokasi (KOMAD) menggelar aksi demo di depan Kantor Bea dan Cukai Madura yang beralamat di Jl. Panglima Sudirman, Barurambat, Kota Pamekasan. Kamis (04/03/2021).

Zaini Werwer Ketua LSM Komad mengatakan bahwa, pihaknya menggelar aksi yang pertama terkait ribuan Barang Bukti (BB) jutaan rokok yang disita cukai tapi tidak ada tersangkanya, yang kedua jutaan BB rokok yang disita mayoritas adalah rokok Sigeret Kretek Mesin (SKM) tapi tidak ada mesin linting yang juga ikut dijadikan BB, dan yang ketiga terkait Cukai Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang ditempel pada produk rokok SKM.

Selain itu menurut dia, Cukai akan bilang Perusahaan Rokok (PR) ada ijin usaha rokok kretek, tapi pihaknya menduga itu hanya kedok dari perusahaan agar bisa menebus Cukai SKT.

"Nah, disitulah indikasi adanya main mata antara cukai dengan pengusaha", ujarnya.

Sementara Humas Bea dan Cukai, Zainul Arifin menyampaikan bahwa pihaknya mempunyai semangat yang sama, yaitu ingin Pamekasan hebat dan jaya.

"Satu hal yang ingin kami sampaikan yaitu, kami serius," ucapnya.

Dirinya juga mengakui bahwa dengan kapasitas SDM yang ada saat ini, pihaknya sangat kewalahan untuk menertibkan, sehingga tidak semua daerah bisa tersisir.

"Pegawai kami hanya 45 orang. Sementara yang mau diawasi se-Madura, jujur kami kewalahan,” tuturnya.

Tidak puas dengan tanggapan dari pihak Bea Cukai Madura yang dinilai hanya mutar - mutar dengan alasan dan cerita, Zaini Werwer membubarkan aksinya.

"Kami kecewa Bea dan Cukai tidak bisa menjawab pertanyaan yang kami ajukan berdasarkan bukti yang kami miliki, jadi percuma aksi ini teruskan, jawabannya muter -muter dan tidak pada ke subtansi subtansi yang kami tanyakan", ujarnya.

Menurutnya dalam waktu dekat pihaknya akan membawa kasus tersebut ke Kementrian RI pusat dengan menghadirkan Kakanwil Bea Cukai Wilayah Provinsi Jawa timur dan Bea Cukai pusat.

"Kantor Bea Cukai disini sudah menunjukkan ketidak tegasan dan Profesionalisme dalam menjungjung program pemerintah dalam menggempur peredaran rokok ilegal di Madura khususnya di Pamekasan", katanya.

Selain itu menurut Zaini, kantor Bea Cukai Madura ini dinilai tidak mendukung upaya pemerintah dalam mengoptimalkan pendapatan kas negara dari sektor pajak dan Cukai rokok.

"Dengan model kinerja Bea Cukai Wilayah Madura yang ada di Pamekasan kami sangat kecewa, dan kami minta pengusaha rokok jangan dijadikan ATM berjalan", tutur Zaini Werwer.

Perlu diketahui usai aksi demo tersebut, pihak Bea Cukai Madura sempat terjadi cekcok mulut dengan sejumlah wartawan yang ingin minta tanggapan terkait aksi demo yang digelar oleh LSM Komad.

Bahkan pihak Bea dan Cukai malah menunjuk dengan menyebut salah satu nama media, spontan saja awak media yang lain tidak terima dan terjadi cekcok yang cukup panas.

"Kita semua ini wartawan, jangan pilih-pilih, dan kita semua punya hak untuk konfirmasi, jangan hanya kalau butuh saja kita (Wartawan) diundang, giliran ada demo seperti ini, tidak mau menemui," ucap Dedy Priyanto salah satu Wartawan senior di Pamekasan.

(M. Halili/red)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menilai publikasi pemerintah kini tidak lagi sekadar pelengkap aktivitas birokrasi, tetapi...

MEMOonline.co.id. Jember- Kecelakaan terjadi di Jalan Ahmad Yani NO 130 tepatnya di Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari kebupaten Jember melibatkan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Proyek pengurangan resiko bencana Gunung Berapi di sungai aliran lahar Semeru Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Lumajang, Nor Holik, menghadiri langsung acara peresmian organisasi MADAS (Madura Asli...

Komentar