Foto:Unggahan akun FB Arman Maulana
Foto:Unggahan akun FB Arman Maulana
MEMOonline.co.id, Lumajang - Pasca robohnya pohon bringin di pusat / di tengah taman alun - alun Kabupaten Lumajang beberapa waktu lalu, publik heboh.
Pohon yang disebut merupakan icon Lumajang itu roboh, ke tiga arah berlainan seolah menapak kata Lumajang Tigang Juru.
Berbagai spekulasi bermunculan. Ada yang mengaitkan dengan sejarah, dimana pohon berukuran besar itu sudah ada sejak sebelum masa kemerdekaan RI atau pada zaman kerajaan.
Ada juga yang mengutarakan do'a, semoga tidak terjadi sesuatu hal bagi Lumajang, senada dikaitkan seolah robohnya pohon bringin itu dengan sebuah pertanda.
Hingga, ada warga melalui media sosial langang mempertanyakan apakah robohnya pohon bringin itu disebabkan oleh proyek yang sebalumnya berlangsung tepat dibawahnya.
"Mamulo mamuloo.. Ngunu yo ngunuu ning ojok ngunuu... Itu kata pepatah jawa kuno.. Masak tanam rumput di seputaran bawahnya pohon beringin Alun - alun Lumajang yang luasannya cuma segitu kok menghabiskan anggaran sebesar Rp. 99.400.000,-. Apa gak kira - kira itu yaa yang menyebabkan pohon bringin jadi roboh," tulis dia di akun FB.
Sementara Yuli Haris, dikonfirmasi awak media melalui handphone pribadinya menanghapi unggahan tersebut, menurutnya pohon adalah mahluk hidup dengan batas usia.
Demikian juga dengan pohon bringin Alun - alun. Setahun yang lalu, kata Yuli pohon bringin di Alun - alun terlihat meranggas, daunnya rontok / lambat bersemi, tampak mengering dan kurang sehat.
Pihaknya melakukan upaya untuk menyelamatkan kondisi Beringin tersebut. Melalui pengamatan, mempelajari berdasarkan kondisi yang ada di lapangan.
''Kami memastikan bahwa adanya bangunan dibawahnya, utamanya rabat beton yang menyebabkan akar bringin tidak bisa leluasa menyerap nutrisi. Itu kami yakini dengan menyembulnya akar akar di tembok bangunan, karena akar akar itu kesulitan masuk terhalang lantai beton dan akibatnya sulit menyerap zat makanan / unsur hara dari dalam tanah," terang Yuli.
Demikian juga dengan akar gantung Beringin yang berfungsi untuk pernafasan sering membusuk karena terkena semburan air mancur.
"Padahal akar itu untuk bernafas dan akan terus menjuntai ke tanah, lalu lama kelamaan akan masuk ke dalam tanah dan menjadi batang. Makanya pohon bringin bisa tumbuh ratusan tahun karena disokong oleh batang batang dari juluran akar gantungnya dan membuatnya tumbuh kokoh,'' imbuhnya.
Untuk upaya penyelamatan kondisi pohon bringin tersebut, ungkap dia melalui kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana Alun - alun, pihaknya melakukan upaya penyehatan kembali pohon bringin dengan pekerjaan utama pembongkaran batu piring dan beton setebal 15 - 20 cm, pembongkaran kabel elektrikal lampu beringin, pembuangan hasil bongkaran, urukan tanah dari luar, pemadatan / penambahan tanah humus, pasangan bata merah keliling, plesteran, pengecatan tembok keliling dan penanaman rumput gajah mini sekaligus pembuatan lubang lubang biopori di sekitar pohon bringin tersebut guna memasukkan treatment pupuk atau obat.
"Jadi perlu kami sampaikan bahwa pekerjaan tersebut bukan hanya penanaman rumput gajah mini yang terkesan sederhana. Secara terbuka kami sudah sampaikan melalui press release penyebab tumbangnya pohon bringin Alun - alun," pungkasnya.
Terlebih, Yuli mempersilahkan bagi warga yang ingin tahu lebih jelasnya, untuk bertemu dengannya di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, agar tidak jadi perdebatan. (Her/red)