Foto: Kepala Disperhortbun Sumenep Arif Firmanto bersma ketua APTI dan delegasi PT Djarum
Foto: Kepala Disperhortbun Sumenep Arif Firmanto bersma ketua APTI dan delegasi PT Djarum
MEMOonline.co.id, Sumenep - Produksi tanaman tembakau di Kabupaten Sumenep dari tahun ketahun mengalami penurunan. Hal ini dipicu akibat tidak stabilnya harga si daun emas tersebut.
Tercatat, produksi tanaman tembakau di Sumenep pada 2019 silam mencapai 8.494 ton. Sedangkan tahun ini hanya sekitar 5.901,59 ton.
Penurunan ini menjadi perhatian serius Dinas pertanian tanaman pangan hortikultura dan perkebunan (Disperhortbun) Sumenep.
Namun disisi lain, penurunan produksi tersebut karena menurunnya areal tanam tembakau. Yang juga sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan harga jual tembakau, mengingat kebutuhan pabrikan yang juga menurun
Rencananya, pada ahun 2021 mendatang, Pemerintah kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Disperhortbun akan memperkuat kelembagaan petani tembakau demi meningkatkan jumlah maupun kualitas produksi tembakau Sumenep.
Kepala Disperhortbun Sumenep Arif Firmanto mengatakan, penguatan kelembagaan petani tembakau tersebut perlu dilakukan.
Tujuannya agar kelompok itu bisa berkembang. Serta mampu tumbuh sebagai unit-unit produksi yang produktif.
“Sebagai unit produksi, petani harus saling bekerjasama. Oleh karena itu kita perlu memperkuat kelembagaan mereka," katanya. Selasa (8/12/20).
Selain itu kata dia, pihaknya akan membangun tata niaga tembakau. Karena selama ini permasalahan yang dihadapi petani tembakau di Sumenep salah satunya adalah dalam bidang pemasaran.
Yaitu dengan cara melalui intervensi pemerintah, seperti membangun relasi atau kemitraan dengan pabrikan yang siap membeli hasil panen petani.
"Membuat kebijakan yang berpihak pada petani dan tidak merugikan pabrikan, untuk saat ini Sumenep sudah membangun kemitraan dengan PT Djarum," urainya.
Melalui penguatan kelembagaan kelompok tani tersebut, pihaknya optimis hasil dan kualitas tembakau di Sumenep akan semakin mumpuni.
"Tentunya bantuan bibit tembakau juga akan diperbanyak agar tetap menjaga peningkatan kualitas," pungkas Arif (Zai/ADV)