Foto: Angogota komisi II DPRD Sumenep Holik
Foto: Angogota komisi II DPRD Sumenep Holik
MEMOonline.co.id, Sumenep - Pascah ditetapkannya jajaran direksi baru PT Sumekar Line periode 2020-2025 oleh Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, Rabu 18 November lalu. Salah satu anggota parlemen Sumenep mulai meragukan kinerja badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut.
Anggota komisi II DPRD Sumenep Holik menilai, manajemen PT Sumekar sudah carut marut di periode kepemimpinan Direksi yang dulu. Sudah begitu, ditambah lagi dengan rekruitmen Direktur BUMD yang sekarang tidak jauh berbeda dengan sebelumnya.
Atau dengan kata lain pola rekruitmen itu sama. Artinya, selera Bupati Sumenep dalam menentukan pemimpin PT Sumekar tersebut sangat nampak sekali.
Holik mengungkapkan, proses awal seleksi direksi terdapat 9 orang pendaftar. Masing-masing adalah, Mohammad Hidayaturrahman, Moh. Riadi, Ahmad, Imam Molyadi, Saiful Bahri, Moh. Hamzah, Nurul Kamil, Hamsuri dan Asrawiadi.
Setelah menjalani sejumlah tahapan sesuai aturan rekruitmen, seperti mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (UKK). Pada akhirnya, salah satu diantaranya terpilih menjadi Direktur.
Ia menilai, jika dalam menentukan Direktur itu Bupati mengacu pada kepantasan dan kemampuan membawa PT Sumekar lebih baik kedepannya. Semestinya yang terpilih menjadi Direktur BUMD itu adalah Mohammad Hidayaturrahman.
"Kenyataannya kan tidak, yang terpilih jadi Direktur justru bukan dia, ini yang saya maksud pola rekruitmennya sama saja dengan yang dulu," ujarnya.
Selain itu, lanjut Holik, Mohammad Hidayaturrahman juga merupakan orang kepulauan. Tentu saja menurutya hal itu menjadi nilai lebih, bagaimanapun orang kepulauan mengerti apa yang menjadi keinginan masyarakat kepulauan dalam hal transportasi laut.
"Di juga bergelar Doktor, secara kemampuan tidak perlu diragukan lagi," paparnya. Kamis (3/12/20).
Holik menambahkan, kebobrokan manajemen BUMD di periode sebelumnya tentu saja bakal menjadi batu sandungan di periode kepemimpinan jajaran direksi saat ini. Sehingga tantangannya kedepan semakin berat.
"Jadi, keraguan itu muncul bukan tanpa alasan, saat ini kami di parlemen mewacanakan membentuk Pansus untuk menindaklanjuti kebobrokan itu," tambahnya.
Meski demikian pihaknya berharap, di periode saat ini dalam komposisi jajaran manajemen PT Sumekar tidak diisi oleh orang-orang lama. Karena kata Holik, jika tetap diisi dengan orang-orang lama maka, BUMD itu tidak akan banyak mengalami perubahan.
"Karena orang-orang lama itu bagian dari masalah. Kami tunggu kinerjanya kedepan," tandasnya. strong<>(Zai/red)