Foto : dr Nunuk Kristiani, Wakil Direktur RSUD Syamrabu
Foto : dr Nunuk Kristiani, Wakil Direktur RSUD Syamrabu
MEMOonline.co.id, Bangkalan - Alat Computerized tomography scan (CT scan) yang dimiliki RSUD Syamrabu sudah 8 bulan tak bisa digunakan. Hal ini membuat pihak RSUD Syamrabu merujuk pasien ke RS Haji Sukolilo Surabaya untuk melakukan pemeriksaan CT Scan.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh dr Nunuk Kristiani, Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan. Ia mengatakan tabung CT Scan tersebut harus diganti sebab sudah digunakan selama 5 tahun. "Jadi tiap lima tahun harus diganti dan kami sudah pesan namun memang proses importnya lama, karena Covid-19 ini, pengurusan ijin import lumayan sulit," jelasnya, Rabu (04/11/2020).
Hal tersebut menyebabkan pihak RSUD Syamrabu harus merujuk pasien ke Surabaya untuk rekam CT scan. Setelah melakukan pemeriksaan CT scan,pasien akan dibawa kembali ke RSUD Syamrabu.
"Jadi semua pasien terutama pasien Covid-19 kami rujuk ke RS Haji untuk CT scan lalu kembali lagi kesini, untuk kerusakan sudah sejak april lalu," imbuhnya.
Ia mengatakan, pengadaan tabung tersebut menelan angka Rp 2 milyar, dan alat CT scan tersebut akan segera datang di awal desember mendatang.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, Nur Hasan mengatakan, adanya kerusakan CT scan tersebut membuat banyak keluhan masyarakat. Sehingga, pihaknya perlu melakukan pemanggilan agar mengetahui sejauh mana proses pengadaan tersebut.
"Banyak keluhan masyarakat tentang rusaknya CT Scan, sehingga kami meminta klarifikasi dari RSUD Syamrabu untuk mengetahui detailnya. Alhamdulillah, bulan depan sudah bisa digunakan kembali," singkatnya.(julian/red)