Listrik Bermasalah, Warga Geruduk PLN Bangkalan

Foto : Demo didepan kantor PLN ULP Bangkalan
934
ad

MEMOonline.co.id, Bangkalan - Timbulnya beberapa permasalahan listrik di pelosok Bangkalan membuat warga menggeruduk kantor PLN ULP Bangkalan. Mereka mendesak perbaikan kinerja PLN agar masyarakat dapat menikmati fasilitas penerangan dengan baik. 

Sosialisasi Perwali No.78 2020

Ahmad Annur, salah satu orator mengatakan, listrik didesanya hingga kini belum merata. Tak hanya itu, untuk melakukan pasang baru, haru menunggu waktu berbulan-bulan bahkan tahunan untuk mendapatkan aliran listrik. 

"Padahal sudah membayar sebesar Rp 3 juta ke salah satu oknum. Namun hingga kini, aliran listrik belum ada," jelasnya, Selasa (29/09/2020). 

Hal ini menyebabkan, banyak warga harus menyambung listrik dari satu rumah ke rumah lainnya. Bahkan, tak sedikit yang melakukan pencurian listrik untuk memenuhi kebutuhan penerangan. 

"Selain itu juga sering terjadi padam listrik tanpa pemberitahuan padahal ditempat kami tidak ada gangguan pohon rubuh atau lainnya," imbuhnya. 

Sementara itu, Manager Pelayanan Pelanggan Area Bangkalan, Pangky Yongkynata mengatakan pihaknya selalu memberikan pemberitahuan saat akan terjadi perbaikan yang telah dijadwalkan. 

"Namun untuk gangguan luar, seperti pohon tumbang atau lainnya, kami tidak bisa prediksi namun kami lakukan pemulihan secara bertahap," jelasnya. 

Ia juga menjelaskan, gangguan tersebut tak selalu dari satu desa, namun bisa dari desa lain yang memiliki jaringan listrik yang sama. Sehingga, pemulihannya dilakukan bertahap. 

" Seperti di Kokop kemarin itu sumbernya dari Burneh. Jadi pemulihannya kami mulai dari Burneh, Tanah Merah, Galis baru Kokop. Karena itu satu jaringan," tambahnya. 

Selain itu, ia juga menegaskan tak ada pegawai dari PLN yang melakukan penipuan atau pungli pada masyarakat. Sebab, untuk pasang baru pembayaran melalui online tau bank, sehingga tidak ada uang cash masuk ke petugas secara langsung.

"Sistem pembayaran kami online dan juga bisa ke bank langsung. Jadi tidak menerima uang cash. Dan saya pastikan seluruh petugas resmi PLN tidak melakukan pungli, itu hanya pihak luar yang mengaku dari PLN," ungkapnya. 

Ia juga menjelaskan, program pemerataan jaringan listrik di desa saat ini terkendala dana. Sebab, tak sedikit dana yang dialihkan ke penanganan Covid-19 sehingga program tersebut harus dilanjutkan tahun depan.(Yis/red)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menilai publikasi pemerintah kini tidak lagi sekadar pelengkap aktivitas birokrasi, tetapi...

MEMOonline.co.id. Jember- Kecelakaan terjadi di Jalan Ahmad Yani NO 130 tepatnya di Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari kebupaten Jember melibatkan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Proyek pengurangan resiko bencana Gunung Berapi di sungai aliran lahar Semeru Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Lumajang, Nor Holik, menghadiri langsung acara peresmian organisasi MADAS (Madura Asli...

Komentar