Foto : audiensi kasus pelecehan seksual di Bangkalan
Foto : audiensi kasus pelecehan seksual di Bangkalan
MEMOonline.ço.id, Bangkalan - Kasus pelecehan seksual di Bangkalan terus meningkat. Merespon hal tersebut, salah satu pegiat perempuan mendesak bupati untuk menyediakan shelter sebagai tempat para korban untuk mengobati trauma psikis.
Nur Hidayah Ketua Korps PMII Putri (Kopri) Bangkalan mengatakan pihaknya mendesak agar shelter segera direalisasikan. Tak hanya itu, pihaknya juga mendesak pemkab menyediakan call center bagi para korban dan juga bantuan.
"Alhamdulillah pak bupati menyambut baik dan shelter akan direalisasikan tahun depan," ucapnya, Rabu (09/09/2020).
Ia mengatakan, lokasi shelter nantinya akan ditempatkan pada rumah penampungan dinas sosial. Meski secara fisik bangunan itu telah berdiri, namun kelengkapan dan syarat menjadi shelter korban kekerasan seksual belum terpenuhi.
"Tentu banyak yang harus dilengkapi, termasuk penyediaan tenaga pendamping dan juga keamanan sebagai perlindungan korban," tambahnya.
Sementara itu bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron mengaku menyepakati tuntutan Kopri. Bahkan ia menandatangani kesepakatan tersebut.
"Ya tentu kami akan mereaslisasikan secepat mungkin, karena tahun ini anggaran terefokusing ke covid, maka tahun depan kami realisasikan untuk shelter korban kekerasan seksual ini," pungkasnya. (Yis/red)