Foto : Yuliadi Setiawan, Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang
Foto : Yuliadi Setiawan, Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang
MEMOonline.co.id, Sampang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menyoroti perkembangan Klinik yang ada di Kabupaten Sampang dengan RSUD mulai ada persaingan yang tidak sehat.
Pasalnya, awalnya dengan menjamurnya Klinik di Sampang, akan membantu RSUD dr Mohammad ZYN dalam menangani masyarakat secara maksimal.
Tetapi kenyataannya, akhir-akhir ini mulai nampak ketidak beresan tenaga kesehatan, saat komponen utama klinik kesehatan tersebut juga menjadi bagian tenaga medis, dan dokter spesialis di RSUD Muhammad Zyn yang merupakan rumah sakit plat merah.
"Pejabat fungsional yang berstatus ASN juga membuka klinik kesehatan di Kota Sampang, ini perlahan kami melihat ada persaingan tidak sehat," kata Yuliadi Setiawan, sekretaris Daerah Kabupaten Sampang, kamis (27/8/2020).
Dengan seperti itu kata Wawan, panggilan akrabnya Yuliadi Setiawan, menjamurnya Klinik tersebut menggiring masyarakat untuk lebih menggunakan jasa layanan kesehatan di klinik, padahal dokter spesialis terkait juga bekerja di rumah sakit utama.
"Saya kecewa dengan fenomena menjamurnya klinik kesehatan, yang berpatokan pada keuntungan disisi bisnis saja, bukan dari sisi kemanusiaan, yang pada akhirnya masyarakat yang menjadi korban," terangnya.
Disinggung dengan insiden yang mengakibatkan korban nyawa, usai operasi hernia di Klinik Sukma Wijaya Kota Sampang, pihaknya meminta agar pihak klinik memberikan informasi dan keterangan secara resmi, termasuk rekam medis pasien yang dilayani.
"Klinik Sukma Wijaya harus terbuka kepada masyarakat, karena ini menyangkut pelayanan yang harus terlayani dengan baik," tandasnya. (Fathur)