Foto: Kepala Dispertahortbun Sumenep Arif Firmanto saat diwawancara
Foto: Kepala Dispertahortbun Sumenep Arif Firmanto saat diwawancara
MEMOonline.co.id, Sumenep - Produksi tanaman tembakau di Kabupaten Sumenep tahun 2020 menurun, hal ini dapat dilihat dari statistik jumlah tanaman tembakau tahun sebelumnya.
Tahun ini, luas lahan pertanian di Kota keris yang ditanami tembakau hanya 8.595 hektar, sedangkan realisasi tanam tembakau tahun 2019 ada 14.337 hektare.

Artinya, jika luas lahan yang ditanami tembakau seluas 8.585 hektar, diprediksi produksi rata-rata 600 kg/hektar, maka jika dikalkulasikan hasil panen tanaman tembakau tahun ini mencapai 5.157 ton.
Hal ini berbeda dengan jumlah produksi tahun sebelumnya, dengan realisasi tanam seluas 14.337 hektare, produksi tanaman tembakau di Kabupaten Sumenep pada 2019 silam mencapai 8.602 ton.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Arif Firmanto. Senin (24/8/20) kemarin usai mengahadiri pertemuan dengan komisi II DPRD Sumenep.
Menurut Arif, dengan menurunnya jumlah produksi tembakau tahun ini, ia menilai petani di Sumenep surah semakin cerdas dalam melakukan perhitungan kondisi yang ada.
"Petani sudah pandai melihat kondisi dan memilih tanaman alternatif selain tembakau yang juga menguntungkan, buktinya tahun ini produksi tembakau mengalami penurunan," katanya.
Ia mengungkapkan, sebelum musim tanam tembakau, yakni pawa akhir Februari hingga awal Maret lalu, pihaknya memang menghimbau petani untuk tidak terlalu banyak menanam tembakau.
Selain itu petani di Sumenep juga diberikan sosialisasi agar memilih tanaman alternatif yang tak kalah menguntungkan selain tembakau.
"Kami tidak melarang petani menanam tembakau, kami hanya menghimbau agar tahun ini tidak terlalu banyak menanam, karena nantinya dikhawatirkan terjadi over produksi, kemudian harganya agar tidak terlalu anjlok. Pemerintah kan tugasnya menjaga produktifitas, keseimbangan, itu yang harus dijaga," paparnya.
"Dengan kualitas tembakau Sumenep yang bagus, jika nantinya akan terbengkalai dan tidak terjual karena over produksi kan sangat disayangkan," imbuhnya.
Arif menerangkan, bagi petani yang menanam tembakau tahun ini diharapkan tidak terlalu khawatir. Sebab, sudah ada 3 gudang yang siap menampung hasil jerih payahnya.
Tiga pabrikan tersebut diantaranya PT Gudang Garam dengan kuota serapan 1,5 ribu ton se Sumenep, PT Djarum 9 ribu ton se Madura, dan Wismilak dengan kuota serapan 20 ton.
Khusus PT Djarum kata Arif, pihaknya telah menjalin kerjasama. Ada kuota khusus yang disediakan untuk petani Sumenep. Yaitu 350-500 ton.
Sedangkan PT Gudang Garam, lanjut Arif, sudah ada kepastian untuk membuka gudang pada 28 Agustus 2020. Sementara untuk PT Djarum dan Wismilak, diperkirakan akan buka gudang pada bulan September mendatang.
"Harapan kami cuaca baik hingga masa panen, sehingga kualitas tembakau di Sumenep juga baik dan memenuhi kualifikasi pabrikan," pungkasnya. (Zai)