Foto: Asmad, korban pembacokan di Desa Tambaagung Kecamatan Ambunten Sumenep.
Foto: Asmad, korban pembacokan di Desa Tambaagung Kecamatan Ambunten Sumenep.
MEMOonline.co.id, Sumenep - Nasib nahas dialami oleh Asmad, pria asal Desa Tambaagung Kecamatan Ambunten ini tergolek lemas di pembaringan rumah sakit usai di bacok tetangganya.

Bermula pada Minggu (23/8/20) kemarin, sekitar pukul 18.30 Wib, Asmad keluar dari rumahnya dengan berjalan kaki sendirian. Pria berusia (30) tahun itu hendak menjemput anaknya yang sedang mengaji di masjid Nurul Huda desa setempat.
Ketika lewat di halaman rumah pelaku, yaitu Tamim (30), korban di panggil oleh Hamami (28) istri Tamim, mengetahui dirinya dipanggil, Asmad masuk ke dalam ruang tamu rumah istri Tamim tersebut.
Di dalam ruang tamu itu, Hamami menyampaikan maksud dan tujuan memanggil pria malang tersebut, istri Tamim itu memohon pinjam uang sebesar Rp 7 juta.
Sebelum menjawab permohonan istri pelaku, tiba-tiba suami Hamami itu datang langsung menerobos ke ruang tamu dengan sebilah parang dan membacok korban sebanyak 7 kali.
Dengan perasaan kalang kabut dan luka yang dideritanya, korban lari terbirit-birit menyelamatkan diri keluar dari dalam rumah pelaku menuju ke rumah saksi yang bernama Yasin.
Kabag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti menyampaikan, akbibat pembacokan itu, Asmad mengalami beberapa luka robek pada bagian kepala, jari tangan kiri dan kanan, lengan kanan bagian dalam serta bahu.
"Selanjutnya korban diantar saksi ke klinik Barokah Kecamatan Ambunten guna menjalani rawat inap, setelah korban berada di klinik Barokah, selanjutnya istri korban datang melapor ke Polsek Ambunten," ucapnya. Senin (24/8/20).
Menurut Widiarti, motif pembacokan tersebut hingga saat ini masih belum diketahui.
"Masih didalami, karena pelakunya belum tertangkap," tandasnya. (Zai)