Foto: Saprudin Saat Berikan Pakan Pada Ternak Ayam Pedagingnya
Foto: Saprudin Saat Berikan Pakan Pada Ternak Ayam Pedagingnya
MEMOonline.co.id, Pamekasan - Harga ayam Pedaging di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur saat ini semakin anjlok, para peternak minta Pemerintah Daerah khususnya Dinas terkait peduli dan stop pemasok dari luar daerah. Selasa (18/08/2020)
Saprudin salah satu peternak ayam Pedaging asal Dusun Tengginah, Desa Klompang Timur, Kecamatan Pakong mengatakan bahwa, usahanya saat ini mengalami kerugian yang cukup besar.
"Usaha ternak ayam Pedaging untuk tahun ini kami mengalami kerugian yang cukup besar, dari hasil penjualan yang kami terima saat ini sangat minim bahkan tidak kembali modal", tuturnya.
Saprudin mengaku bahwa, usaha ternak ayamnya itu dimulai dari tahun 2018 hingga sekarang.
"Untuk harga perkilonya saat ini cuma di beli oleh tengkulak dengan harga hanya Rp.10.500,-00 hingga Rp. 11.000,-00 sedangkan harga daging di pasaran perkilonya Rp. 35.000 - Rp. 38.000,- 00", ucapnya.
Menurutnya, dengan kondisi ini, para peternak ayam lokal yang ada di Kabupaten Pamekasan terkena imbasnya, dan berharap Pemerintah untuk membantu mencarikan solusi akan nasib para peternak lokal saat ini.
"Hampir kita semua mengalami kerugian, bahkan sudah ada yang menutup usahanya, sementara kami ingat pesan bapak Bupati Pamekasan agar lebih memproritaskan hasil usaha lokal, apa usaha ternak ayam ini masuk usaha lokal", katanya.
Saprudin berharap, Pemerintah Kabupaten Pamekasan atau Dinas terkait juga memperhatikan dan peduli dengan para peternak ayam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
"Kami berharap kepada pemerintah untuk juga peduli terhadap kami para peternak ayam, tidak hanya kepada para petani tembakau dan garam saja, kami juga butuh solusi dan jalan keluarnya agar harga ayam kembali stabil dengan menyetop pemasok ayam yang berasal dari luar kota", harapnya. (M. Halili)