Politisi PDIP Sebut Tokoh Yang Menghimbau Jangan Memilih Pemimpin Dari Partai Merah 'Krisis Literasi'

Foto: Darul Hasyim Fath saat menjadi pemateri diskusi RTS
1128
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada), situasi politik di Kabupaten Sumenep kian memanas. 

Pasalnya, kedua kubu pengusung dan pendukung dari bakal calon Bupati sama-sama ngotot memenangkan kontestasi pemilu.

Tidak heran, apabila ada celotehan yang lahir keresahan-kerasahan masyarakat yang dinilai merugikan elektabilitas bakal calon Bupati membuat politisi pendukungnya naik pitam.

Terlebih lagi, himbauan itu lahir dari tokoh-tokoh yang dipandang memiliki pengaruh dalam masyarakat.

Sebagaimana disampaikan orator aksi demonstrasi DPW FPI Sumenep KH Jurjis Muzammil, di depan gedung DPRD pada Rabu (10/7/20) lalu.

Aksi menolak rancangan undang-undang haluan idiologi Pancasila (RUU HIP) dan Omnibus Law itu dinilai syarat kepentingan politik, sebab didalamnya berisi himbauan jangan memilih pemimpin yang diusung partai merah. Yang mana partai merah selalu diidentikkan dengan PKI.

Demikian disampaikan anggota fraksi PDIP DPRD Sumenep Darul Hasyim Fath usai menghadiri acara diskusi politik komunitas ruang tengah (RTS). Sabtu (15/8/20) kemarin.

Saat dimintai keterangan perihal himbauan orator aksi demonstrasi itu, dirinya menilai yang mengeluarkan statement himbauan tersebut tidak melek sejarah.

"Jangan mengidentikkan partai merah dengan PKI," katanya.

Menurut politisi asal kepulauan Maselembu itu, negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) dibangun oleh berbagai elemen, mulai dari kaum Nasionalis, Agamis, Pluralis dan kaum Marxis atau golongan kiri.

"Saya tidak mau berspekulasi dengan pandangan publik yang menggambarkan krisis literasi, publik yang tidak paham tradisi membaca, tradisi berdialektika, Negeri ini tidak abra-kadabra terbentuk seperti ini," paparnya berapi-api.

"Memangnya siapa yang membangun Negeri ini, Cina, Arab, kanan, kiri, semuanya turut serta. Jauh sebelum republik ini berdiri siapa yang tidak kiri, ayo siapa yang tidak baca Marxisme, apakah Marxisme identik dengan PKI, tidak juga," pungkas Darul diiringi senyum tidak simetris. (Zai)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep memperpanjang masa penahanan Kepala Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Imrah, selama...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dugaan penangkapan seorang warga Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, terkait kasus narkoba menjadi...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Seorang pria berinisial I, warga Dusun Blumbang, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa...

MEMOonline.co.id. Jember- Sebuah video kecelakaan antara kereta api dan sepeda motor di Kabupaten Jember viral di grup WhatsApp, Rabu (13/5/2026)...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai mengintensifkan dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar...

Komentar