Warga Desa Apa'an Sampang Menolak Pemulasaran Jenazah, dengan Protokol Covid -19 

Foto : Petugas Tim Gugus Tugas Covid -19 di kediaman rumah duka di Desa Apa'an Sampang
2338
ad

MEMOonline.co.id, Sampang - Warga Desa Apa'an,  Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur menolak pemulasaran jenazah yang terpapar Covid -19,  dengan menggunakan protokol Covid -19.

Jenazah MS (33), yang terpapar Covid -19, asal Jl. Kresno,  Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang ini, dimakamkan di pemakaman keluarga di Dusun Bringin Desa Apa'an. 

Namun,  sebelum proses pemakaman, keluarga almarhumah dan warga sekitar, menolak untuk dimakamkan menggunakan protokol Covid -19.

Bahkan,  dari pantauan media ini di lapangan, pihak keluarga membuka peti jenazah dan memandikannya. Dan bahkan dalam proses pemakaman pun tidak menggunakan protokol Covid -19.

Menurut keterangan salah satu keluarga,  yang enggan disebut namanya menyebutkan, suami almarhumah masih was-was dengan proses memandikan, saat berada di Rumah Sakit Syaiful Anwar Kota Malang.

"Suami korban was-was,  proses pemandian almarhumah saat berada di RS Syaiful Anwar," terangnya, senin (3/8/2020).

Menurutnya, setelah almarhumah dinyatakan meninggal, tidak berselang lama, jenazah almarhumah sudah ada di dalam peti jenazah, akhirnya dengan keputusan pihak keluarga, almarhum terpaksa dimandikan lagi saat tiba di Sampang. 

"Pihak keluarga, hanya ingin memandikan saja kok mas," ungkapnya. 

Ditempat yang sama, Asrul Sani, Tim Gugus Tugas Covid -19 Kabupaten Sampang menyampaikan, sebelumnya tim gugus sudah menyampaikan kepada keluarga almarhumah, agar jenazah dikubur dengan menggunakan protokol Covid -19.

"Ini terjadi karena masyarakat belum memahami betapa dahsatnya penularan virus ini," terangnya. 

Karena ini sudah terlanjur kata Asrul, minimal kita lakukan deteksi kepada masyarakat atau keluarga yang kontak langsung dengan jenazah. 

"Akan kita pantau siapa saja yang ikut memandikan jenazah, kalau ada gejala, kita akan segera mengambil tindakan," terangnya. 

Untuk itu kata Asrul, marilah kita bersama sama mematuhi aturan yang ada, agar penularan virus ini bisa diminimalisir. 

"Covid-19 ini masih ada, tetap waspada, ikuti protokol kesehatan, agar kita bisa terhindar dari penyebaran virus ini," tandasnya. (Fathur)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Pemkot Batu lepas tangan soal hukum. Kasus dugaan praktik jual beli los dan kios di Pasar Induk Among Tani kini...

MEMOonline.co.id. Jember- Dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat dusun, Pemerintah Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pengembangan komoditas lokal dinilai tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga perlu didukung...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Perpustakaan Ramah Anak yang selama ini dinantikan siswa SDN Bulla’an I, Desa Bulla’an, Kecamatan Batuputih, Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Penyerahan sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia kepada masyarakat Kabupaten Lumajang dinilai tidak hanya...

Komentar