Foto: Wakil Bupati Sumenep Ach Fauzi saat diwawancara.
Foto: Wakil Bupati Sumenep Ach Fauzi saat diwawancara.
MEMOonline.co.id, Sumenep - Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman (PRKP) dan Cipta Karya Sumenep sukses menggelar kegiatan sosialisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) sanitasi air. Rabu (22/7/20).
Acara tersebut digelar di kedai HK dan dihadiri langsung oleh wakil bupati (Wabub) Sumenep Ach Fauzi.
Kepala Dinas PRKP dan Cipta Karya Sumenep Mohammad Jakfar menerangkan, kegiatan sosialisasi DAK sanitasi air merupakan langkah awal untuk menyalurkan program pemerintah pusat dalam membangun taraf hidup masyarakat.
"Supaya menerapkan pola hidup sehat, salah satunya dengan menghilangkan kebiasaan masyarakat buang air besar sembarangan (BABS)," terangnya.
Ia menjelaskan, DAK sanitasi air tersebut disalurkan dalam bentuk pembangunan jamban di masing-masing desa penerima, yang mana, penyalurannya diserahkan pada perwakilan kelompoknya swadaya masyarakat (KSM) pemerintah desa setempat.
"Disini penerimanya ada 17 desa dari setiap kecamatan," jelasnya.
Menurut Jakfar, setiap desa penerima DAK sanitasi air tersebut akan dibangun jamban sebanyak 56 unit. Dengan rincian masing-masing desa memperoleh anggaran sebesar Rp 332.500.000.
"Satu unit jamban itu di anggarkan Rp 5.900.000, jadi tinggal kalikan," urainya.
Sementara itu wakil bupati Sumenep Ach Fauzi menyampaikan, penyaluran DAK sanitasi air sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. Pasalnya, Kabupaten Sumenep masuk kategori zona merah.
"Jadi sekarang DAK itu sudah dikembalikan dan akan segera di alokasikan terhadap 17 desa penerima," ucapnya.
Pria yang akan maju di pemilihan bupati 9 Desember mendatang ini menambahkan, kedati pengembalian DAK tersebut mendekati akhir tahun, pihaknya meminta Dinas PRKP cipta karya Sumenep agar melaksanakan program tersebut tepat waktu.
"DAK ini harus segera tersalurkan sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, makanya pembangunannya harus tepat waktu," pungkasnya. (Zain)