Foto: Abaikan protokol kesehatan, sejumlah pendaftar CJH sedang menunggu dilayani.
Foto: Abaikan protokol kesehatan, sejumlah pendaftar CJH sedang menunggu dilayani.
MEMOonline.co.id, Sumenep- Memasuki new normal, sejumlah lembaga pelayanan masyarakat kembali dibuka. Salah satunya Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep.
Walaupun tak seramai sebelum adanya pandemi covid-19, warga Kabupaten yang terkenal denga sebutan kota keris ini mulai berdatangan mendaftarkam diri jadi calon jamaah haji (CJH).
Ironisnya, aktivitas yang dilonggarkan tersebut justru menurunkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran virus corona. Pasalnya, para pendaftar haji di Kemenag Sumenep mengabaikan protokol kesehatan, seperti sosial distancing, memakai masker, cuci tangan.
Kasi Haji dan Umrah Kemenag Sumenep A. Rifai Hasyim menyampaikan, pihaknya sangat menyangkan rendahnya tingkat kesadaran masyarakat akan bahaya penyebaran covid-19, sebab, para pendaftar tetap berkerumun dan tidak memakai masker.
"Kami minta agar para pemohon tetap mengikuti anjuran pemerintah, kalau tetap mengabaikan tidak akan dilayani," ucap Rifai. (16/6/20).
Menurutnya, pemberlakukan new normal ini menambah kuota pendaftar, sekaligus mengaktifkan beberapa pelayanan. Seperti pendaftaran haji, pembatalan, ataupun pengajuan pengembalian setoran CJH yang lunas.
”jadu Step by step, sejak 5 Juni mulai dipulihkan kembali,” katanya.
Ia menjelaskan, awal new normal ini Kemenag tidak sepenuhnya membuka pelayanan. Karena masih dalam tahap beradaptasi. Apalagi wabah korona masih belum benar-benar sepenuhnya hilang.
"Pendaftaran haji hanya menerima 20 pengajuan per hari dengan syarat mengikuti protokol kesehatan," pungkasnya. (Zain).