Foto: Warga Sombo Lumajang saat berada di depan kantor Dinas Sosial Kabupaten Lumajang
Foto: Warga Sombo Lumajang saat berada di depan kantor Dinas Sosial Kabupaten Lumajang
MEMOonline.co.id, Lumajang - Sedikitnya dua puluh sembilan warga Desa Sombo Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang Jawa Timur, mendatangi kantor Dinas Sosial Kabupaten setempat, Senin (11/5/2020).
Mereka bermaksud untuk mempertanyakan perihal realisasi program Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT) dari pemerintah, yang hingga saat ini, dirasa tak kunjung sampai ketangannya.
Warga mengaku, sejak delapan bulan terakhir, kartu ATM sarana pencairan sebelumnya diambil oleh inisial 'SW' oknum TKSK ( Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan ) Gucialit.
"Kemarin kan saya tanya sama 'SW' kenapa Desa Sombo tidak mendapatkan BPNT. Jawabnya kobong (hangus), dapat orang dua bagaimana mau ngasihnya. Bilangnya gitu," kata salah seorang perwakilan warga saat itu.
Masih kata dia, pasca terus bertanya kenapa kobong (hangus), perempuan berhijab saat mengutarakan jika dirinya tidak mendapatkan respon.
"ATMnya itu yang dibawa 'SW' ndak diserahkan ke orang. Katanya kalau tidak dikasikan, berasnya tidak dapat. Terlebih kalau ada antar barang, itu ada biaya Rp. 5 ribu untuk solar," imbuh dia.
Diwaktu yang sama, Nira Fitri Aviana Kasi Penanganan dan Pemberdayaan Fakir Miskin Dinas Sosil Kabupaten Lumajang, membenarkan akan adanya kedatangan warga Sombo saat itu.
Akan tetapi dirinya, belum bisa memberikan tanggapan lebih jauh, dikarenakan masih akan memanggil 'SW' untuk dimintai klarifikasi terkait keluhan warganya.
"Kalau yang masalah Sombo itu, kami berencana memanggil pendamping yang ada disana. Tadi sudah sama Kepala Dinas, berarti pendampingnya harus dipanggil," ucap Nira.
Terpisah, 'SW' oknum TKSK saat ditemui wartawan dikediamannya, terang mengakui, jika dirinya benar memegang ATM sejumlah warga tergolong KPM ( Keluarga Penerimaan Harapan ).
Namun, 'HS' menegaskan apa yang dilakukan tersebut bukan tanpa alasan.
Dia mengaku, ATM warga Sombo yang ia pegang selama ini, merupakan ATM sarana pencairan BPNT yang bermasalah.
"Saldonya kosong. Intinya ini saya ambil untuk kemudian saya laporkan ke dinas," kata 'SW'.
Tapi, terkesan melempar bola panas, 'SW' memambahkan, pasca dilaporkan pada akhir tahun lalu, pihaknya hingga saat ini belum mendapatkan kepastian.
"Saya sudah tanyakan itu ke dinas, dia masuk, mereka - mereka ini masuk kenapa saldonya kosong?," tukasnya.
"Ini masih saya laporkan, menunggu sampai ada realisasi kembalinya dana itu bisa masuk lagi ke rekening," pungkas 'SW'.
Perlu diketahui, BPNT ( Bantuan Pangan Non Tunai ) adalah bantuan sosial pangan dalam bentuk non tunai dari pemerintah yang diberikan kepada KPM ( Keluarga Penerima Harapan ) setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan dipedagang pangan/ e-warung yang bekerja sama dengan Bank. (Hermanto)
Bersambung ...