"Pattola Laok Lorong" Makanan Ringan Khas Warga Marengan - Sumenep yang Banyak Diburu Pembeli

Foto: pattola makanan ringan khas marengan sumenep
4184
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Di ujung timur pulau Madura ini ternyata kaya akan makanan khas tradisional yang enak dan tetap terjaga hingga saat ini. Seperti halnya Pattola.

Pattola kua merupakan makanan ringan khas Marengan Sumenep, yang menjadi salah satu hidangan tervavorit untuk takjil pada saat bulan Ramdhan.

Sebutlah Pattola Laok Lorong, satu satunya warung yang selalu ramai dengan orderan. Tidak hanya hari biasa, di bulan puasapun penggemar kuliner ini kerap mendatangi warung tersebut. 

Lokasi penjualannya juga tidak jauh ari kota, yakni bertempat di sebelah pasar Desa Marengan Laok, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Bentuk dari Pattola tersebut yaitu kriwil seperti mie kriting, namun aromanya tanpak segar. Hanya berupa gumpalan kukusan beras yang dicampur santan dan gula merah, sudah membuat ketagihan para konsumen.

Ciri khasnya, rasanya kenyal dan berwarna-warni. warnanya juga elok dan menggiurkan. ada yang berwarna merah muda (pink), ada warna hijau muda, ada pula yang berwarna putih. Alat pencetaknya menggunakan cetakan tradisional.

Pattola kua ini  biasanya disajikan dengan santan kelapa yang telah dicampur dengan gula aren atau gula jawa. Rasanya yang manis banyak digemari oleh semua kalangan usia.

Kue ini terbuat dari bahan dasar dari tepung beras,tepung Kanji/tapioka, santan, air panas, garam, minyak goreng, pewarna makanan, gula pasir, dan gula jawa. sedangkan bahan tambahan untuk menambah aroma yang segar dan haru yaitu dilengkapi dengan daun pandan.

Makanan ini banyak dijumpai di sebagian besar stand makanan dan kue di basar Ramadan atau juga di toko-toko kue dan rumah makan di Sumenep. 

"Biasanya di bulan puasa ini stand atau bazar ramdhan sudah banyak yang menjual pattola, di rumah makan sumenep juga mayoritas ada," Tutur Bu Fatimah (54) saat diwawancarai media pada Rabu (06/05/20).

Cara menghidangkan kue ini cukup sederhana, Kue basah Pattola yang sudah masak tersebut ditaruh diatas piring, kemudian diberi adonan santan dengan gula merah lalu kemudian dapat disantap untuk menu buka puasa saat beduk Maghrib tiba.

Harga Pattola Kua ini sangat beragam dilihat dari besar kecilnya kemasan (mika). Sebagian besar kue ini dikemas dengan ukuran Rp.5000,- per mika dan ada juga dikemas dengan ukuran Rp.10.000,- per mika, untuk ukuran mika besar.

Pasalnya kolak Pattola atau kue basah Pattola ini memang sudah dikenal sejak sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.
Namun banyak diminati masyarakat hingga saat ini, baik warga lokal maupun dari luar.

Kue ini juga lumayan awet, karena kuah santannya itu dapat dipisah, sehingga bisa dicampur pada saat menyantapnya saja. Aplagi jika ditaruk di dalam kulkas bisa menambah jangka keawetannya.

"Kue ini tidak mudah basi, kan kuahnya bisa dipisah dengan kuenya, jadi hanya bisa dicampur pada saat dihidangkan saja," pungakasnya. (Musdalifah)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Lumajang yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di bawah naungan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ketika dunia seringkali terasa dingin, ada sinar kebaikan yang tetap bersinar. Demikian yang terjadi di rumah duka Agus...

MEMOonline.co.id. Sampang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kabupaten Sampang terus memperkuat komitmen tata kelola keuangan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sebuah pengumuman beredar di kalangan pelaku usaha tambang di wilayah Gladak Perak, pasca meninggalnya seorang pekerja...

Komentar