Terdongkrak Legitnya Tape Khas Pordapor, Ekonomi Ratusan Kk di Kecamatan Guluk - Guluk Sumenep Terangkat

Foto: Ibu Helliyah, produsen tape asal Desa Pordapor, Kecamatan Guluk -Guluk, Sumenep
2359
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep.- Tidak hanya di Bondowoso sentra produksi tape, yang beroprasi di wilayah Jawa Timur.

Melainkan di Kabupaten Sumenep, sentra produksi tape juga ada. Salah satunya di Desa Pordapor, Kecamatan Guluk-Guluk.

Didaerah tersebut sentra tape  berada di dua Dusun, yakni Pordapor Barat, Desa pordapor dan Dusun Legung Timur, Desa Payudan Dundang. Kedua desa tersebut masuk wilayah hukum Kecamatan Guluk-guluk.

Namun begitu, meski sentra tape yang masyarakat luar berasal Pordapor itu berada di dua dusun dan dua desa berbeda, tapi berdempetan, kwalitas dan rasanya boleh dibilang ,lebih bagus dan lebih manis dari tape Bondowoso.

"Rasanya gurih dan lebih manis tape buatan sini (Pordapor red)," kata Raosi, salah satu warga setempat, Selasa (5/5/2020).

Menurutnya, home industri tape ini sudah berjalan turun temurun dan terus mengalami peningkatan baik produksi maupun marketnya. 

Di dua kampung beda desa ini hampir 75 % masyarakatnya kegiatan usahanya adalah Tepe di samping pertanian. Di 2 kampung ini hampir ada 300 san lebih sentra produksi tape. 

Helliyah salah satu pengusaha tape asal desa Pyd. Dundang sudah menjalankan bisnis ini sejak puluhan tahun silam mewarisi dari orang tuanya.

 Dia dan semua pebisnis tape memproduksi tape setiap hari dengan kapasitas produaki perhari bisa mencapai 1-10 kwintal tape. 

"Tapi untuk bulan Romadlon tahun ini terasa sangat berkah ketika pedagang luar terdampak Covid19,  pebisnis tape malah terjadi peningkatan produksi hampir 200%. Yang biasanya produksinya 5-15 Kwintal perhari per orang bulan ini malah sampai 1 ton per orang," paparnya.

Seperti sentra tape milik Ibu Ju Nawa Desa pordapor barat yg memproduksi sampai 1 ton per hari. Hal ini terjadi peningkatan produksi yang sangat besar di bulan ramadhan tahun ini. 

Sementata para pebisnis tape di Kecamatan Guluk-guluk ini, membeli singkong sebagai bahan baku utama tape ke Daerah pakong pamekasan.  

"Rata-rata setiap hari 5-10 Pickup singkong yang diangkut pagi dan sore oleh pedagang," terangnya Raosi.

Sedangkan pendistribusian tape yang sudah dikemas dalam keranjang, oleh pedagang dikirim ke berbagai daerah di sumenep,  seperti ke Parenduan, Bluto, Saronggi, kota Sumenep, Moncek, Pragaan serta sejumlah tempat lainnya di Sumenep. 

Selain dipadarkan di Kabupaten Sumenep, tape hasil home industri masyarakat Pordapor juga dibeli para agen ke sentra produksi langsung, untuk dipasarkan ke luar kota.

Sehingga setiap pagi tepatnya setelah shalat subuh 5-10 pickUp tape dikirim ke pembeli d berbagai daerah.

Sementara jual tape siap konsumsi ditempat perkilo Rp. 9000. Sedangkan harga jual di pasar bisa Rp 12-15 rb. Perkilo. 

Meski begitu, Home industri yang sudah berlangsung puluhan tahun itu, belum mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten.

"Hanya dulu saat Kiai. Sitrul Arayi jadi DPRD kita sering mendapat bantuan. Setelah itu tak ada lagi. Padahal ini membuat perekonomian d daerah ini sangat dinamis, ada pemilik mobil pikcUp yg langganan tiap waktu, Penjual kayu bakar," pungkas Raosi. (Udiens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Lumajang yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di bawah naungan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ketika dunia seringkali terasa dingin, ada sinar kebaikan yang tetap bersinar. Demikian yang terjadi di rumah duka Agus...

MEMOonline.co.id. Sampang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kabupaten Sampang terus memperkuat komitmen tata kelola keuangan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sebuah pengumuman beredar di kalangan pelaku usaha tambang di wilayah Gladak Perak, pasca meninggalnya seorang pekerja...

Komentar