Foto: Dua tokoh ulama Bangkalan saat memberikan himbauan dalam videonya
Foto: Dua tokoh ulama Bangkalan saat memberikan himbauan dalam videonya
MEMOonline.co.id, Bangkalan - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Jawa Timur (PWNU Jatim) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bangkalan menghimbau masyarakat yang berada di perantauan agar tidak pulang kampung (mudik). Sebab, wabah virus corona masih terus meluas.
Demikian disampaikan oleh dua tokoh ulama tersebut melalui sebuah video yang disebar di media sosial melalui pesan grup. Baik itu WhatsApp dan media sosial lainnya.
Ketua MUI Bangkalan KH. Syarifudin Damanhuri menyampaikan, menahan diri untuk tidak mudik merupakan langkah efektif dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19. Menurutnya hal itu sudah diterangkan dalam hadist Rasulullah yang isinya melarang masyarakat keluar atau memasuki daerah yang sedang terjadi wabah penyakit.
“Kami harap saudara muslimin-muslimat tidak mudik kalau daerah itu sudah terjangkit Covid-19, terutama yang sudah dinyatakan zona merah,” ucap dia dalam vidionya.
Dlam video yang berdurasi sekitar 6 menit iu, Syarifudin juga mengajak seluruh elemen masyarakat supaya mematuhi peraturan pemerintah. Hal itu bertujuan demi keselamatan bersama.
“Mudah-mudahan kita semua di beri keselamatan dan kekuatan oleh Allah SWT dalam menghadapi Covid 19 ini,” harapnya.
Sementara itu Wakil Rois Syuriah PWNU Jatim KH Nuruddin A Rahman menyampaikan, pihaknya sangat prihatin dan menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan dengan adanya wabah virus Corona ini.
“Menjaga jarak, tidak keluar rumah, memakai masker dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan Covid-19 ini,” paparnya.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk senantiasa bertawakal dan memperbanyak doa kepada Allah agar wabah Covid-19 lenyap dari muka bumi
“Yang ada di perantauan kami mohon untuk tidak mudik, mari kita patuhi himbauan pemerintah, mari kita berdoa untuk keselamatan bangsa ini," pungkas pengasuh pondok pesantren Al-hikam Bangkalan itu mengakhiri vidionya. (Zai).