Rieke Diah P : Saatnya Indonesia Lakukan Riset Covid-19

Foto : Rieke Diah Pitaloka
727
ad

MEMOonline.co.id, Jakarta - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, mengapresiasi kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam percepatan penanganan Virus Corona (Covid-19).

Dimana salah satu langkah pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19, yakni, dengan tidak melakukan kegiatan keramaian dan langkah tersebut terbukti cukup efektif dipraktikkan.

"Saya sangat mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Pemerintah dalam menghadapi Covid-19," katanya kepada wartawan, Sabtu (28/3/2020). 

Kendati demikian, sudah saatnya untuk mempraktikkan Indonesia Science Based Policy, sebuah kebijakan berbasis Riset Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nasional sesuai amanat UU Nomor 11/2019 tentang Sistem Nasional IPTEK. 

"Covid-19 bukan hanya bencana nasional, tetapi sudah berskala global. Maka dari itu, sudah saatnya kita praktekkan Indonesia Science Based Policy," ujarnya.

Masih kata Rieke, tidak mungkin penanganan Covid-19 tanpa melakukan riset yang serius dan komprehensif. Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan bantuan dari negara lain. Pasalnya setiap negara juga sedang berjuang menghadapi Covid-19.

"Kita jangan hanya mengandalkan negara lain untuk melakukan riset. Pasalnya mereka pasti memprioritaskan kepentingan bangsa dan negaranya sendiri, meskipun tetap dimungkinkan melakukan kerjasama dengan negara lain," jelasnya.

"Sehingga tidak mungkin kebijakan menghadapi Covid-19 tanpa memperkuat riset nasional kita sendiri," imbuh RDP sapaan akrabnya.

RDP memaparkan, Menteri Kesehatan pasti menyadari, bahwa tidak mungkin penanganan Covid-19 tanpa ada rencana mitigasi yang matang. Dan rencana mitigasi juga tidak mungkin ada tanpa pemetaan penyebaran virus, begitu pula pemetaan penyebaran virus sangatlah tidak mungkin tanpa riset uji sampel virus Covid-19.

"Menteri Kesehatan pasti menyadari tidak mungkin tidak harus dilakukan pengujian masif terhadap sampel virus Covid-19. Riset deteksi penyebaran dan antisipasi mutasi virus Covid-19 harus segera dilakukan. Mutasi virus kabarnya sudah terdeteksi dari hasil riset di Jepang dan beberapa negara Eropa," paparnya.

Menteri Kesehatan, masih RDP, pasti menyadari pengujian sampel virus Covid-19, tidak mungkin dilakukan tanpa ada Sumber Daya Manusia (SDM) riset yang melakukan pengujian.

"Resikonya tinggi bagi penguji sampel virus Covid-19, sehingga perlu ada penguatan dan pelatihan khusus bagi SDM riset. SDM di Balitbangkes tidak cukup dan kerja mereka sudah luar biasa berat," ungkapnya.

Sebagai anggota Pansus RUU Sisnas IPTEK, RDP, meminta agar sesegera mungkin memperkuat dan memperbanyak SDM riset dalam  penanganan mikroorganisme patogen semacam SARS-CoV2 (Covid-19) yang ditugaskan untuk uji sampel di seluruh Provinsi. 

RDP pun mendukung upaya dan terobosan LIPI yang bekerjasama dengan Kemenristek, yang berjuang mengoptimalkan anggaran dan prasarana riset yang ada untuk mengadakan pelatihan penanganan SARS CoV-2 (Covid-19).

"Mendukung Menkes untuk membuka akses informasi dan penggunaan sampel virus Covid-19 bagi lembaga riset nasional," tuturnya.

RDP mendukung Menkes memberi bukti kerja riil dengan mengkonsolidasikan dengan melibatkan seluruh SDM IPTEK, yang memiliki kepakaran dan keahlian terkait Covid-19. Baik yang berada di Litbang K/L, LPNK, Perguruan Tinggi, maupun BUMN dan swasta untuk segera menyusun rencana strategi riset, mitigasi dan implementasi penanganan yang disusun secara terbuka dan dapat dipertanggung-jawabkan secara etik, moral,  dan keilmuan. 

Selain itu, pihaknya juga mendukung pemerintah untuk segera melakukan pengadaan Reagen (cairan yang biasanya digunakan di laboratorium-red) agar mengekstrak rantai virus (RNA) dan Primer (asam nukleat beruntai tunggal pendek-red) untuk mesin PCR penguji RNA.

"Saat ini, informasi yang saya terima, reagen dan primer untuk keperluan uji sampel virus Covid-19 masih tergantung impor dan sulit didapatkan," jelas Rieke.

"Saya mendukung pemerintah untuk melakukan riset dan inovasi pengembangan, serta produksi reagen untuk ekstraksi RNA dan primer untuk uji RNA dengan PCR secara mandiri di Indonesia," pungkasnya. (Gio/Bam/Diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Achmad Dzulkarnain, bergerak cepat menindaklanjuti...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Fakta terbaru terungkap setelah media mewawancarai Ery Dyahyu Cahyani, Kepala Bidang Koordinasi Wilayah (Korwil)...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Baru beberapa hari dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Achmad...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Sebanyak 132 perumahan di Kota Batu, baru 72 perumahan yang menyerahkan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) ke...

MEMOonline.co.id. Sampang- Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kabupaten...

Komentar