Melarikan Diri, Satu Dari 6 Pelaku Penjarahan Toko Baju di Makasar Ditembak

Foto: salah satu pelaku pembobolan toko baju yang ditembak polisi
1220
ad

MEMOonline.co.id, Makassar - Enam pelaku pembobolan rumah dan juga begal di Makassar, dibekuk Sat Resmob Polda Sulsel, Rabu (8/2/2018). 

Bahkan satu dari enam pelaku yang ditangkap petugas, terpaksa ditembak.

Hal dilakukan petugas, karena berusaha kabur dari kawalan petugas.

Sementara enam pelaku pembobolan yang berhasil diamankan petugas, masing-masing Sunardi alias Nardi (20), Saenal alias Enal (17), Imbar Ramadhan alias Imbar (18), Wahid Akbar alias Aryo (23), Irwan S alias Iwan (24), Muhammad Asrul alias Aco (17). 

Sementara Nardi yang kerap melakukan aksi begal, dilumpuhkan dengan timah panas di kakinya.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, anggota Resmob Polda Sulsel yang dipimpin AKP Edy Shabara awalnya mendapatkan informasi terkait adanya seorang remaja yang kerap melakukan pencurian ke rumah-rumah atau yang dikenal dengan door to door. 

Anggota Resmob Polda Sulsel pun bergerak dengan cepat menuju ke sembuah rumah kos di Jalan Dg. Ramang Lorong 8 Kel. Sudiang Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

Dan dibtempat itu, polisi berhasil mengamakan tiga pelaku yang sedang berpesta sabu. Yakni Nardi bersama Wahid Akbar alias Aryo (23), Asrul alias Aco (17).

Mereka beserta barang bukti langsung digelandang ke Posko Resmob Polda Sulsel guna dilakukan introgasi.

Dari interogasi  petugas ,Nardi mengakui bahwa pernah melakukan pencurian dengan cara masuk ke dalam rumah yang berada di BTP Blok AF No 500. 

“Bulan 4 Tahun 2017 itu pak, tiga Orang Ka’ dengan Iqbal, Enal dan Imbar, yang saya ambil disitu, dua Laptop merek Azus dan Lenovo, Dua HP merek Samsung, Iphone, Dan Dompet berisikan uang Rp. 1.500.000 dan surat berharga,”kata Nardi.

Selain itu, ketiga pelaku ini diketahui yang telah melakukan aksi penjarahan di Toko Baju di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya, di samping Coto Dewi, sekitar Bulan 6 Tahun 2017 bersama Rusaln, Heru dan 27 rekan lainnya. Sata itu, mereka berhasil mengambil 50 potong celana Jeans serta 30 potong baju.

Kanit Resmob Polda Sulsel AKP Edy Shabara yang dikonfirmasi perihal penangkapan tersebut mengatakan bahwa selain itu, ketiga pelaku juga kerap melakukan aksi begal di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan AP Pettaran, Jalan Urip Sumiharjo dan dibawah jembatan Fly Over.

“Dari kejahatan tersebut pelaku berhasil mengambil Hp Mito bulan 8 2017, Hp Oppo A37 Bulan 9, Hp Samsung J Bulan 7, Dan Hp Cross Warna merah bulan 5 2017,” jelas Edy.

“Saat kami berhasil mengamankan kedua pelaku tersebut, kami terbagi dua karena Imbar dibawah ke posko Resmob. Sedangkan, Nardy kami bawa melakukan pengembangan dengan penujukan Tkp” Tambah Edy

Edy juga menambahkan saat dilakukan penujukan lokasi aksi di BTP Blok AF, Nardy berusaha mengelabui petugas dan melarikan diri. Tembakan peringatan pun sebanyak tiga kali tidak diindahkan pelaku.

Sehingga, petugas harus mengambil sebuah tindakan tegas dengan terukur dan berhasil melumpuhkan pelaku.

Selanjutnya, anggota Resmob Polda Sulsel langsung membawa pelaku ke rumah Sakit Bhayangkara guna mendapatkan perawatan medis. 

“Keenam pelaku kami amankan berdasarkan, Lp/766/VI/2017/Restabes/sek tamalanrea. -Lp/508/VI/2017/Restabes /sek B kayana,” ujar Edy. (Ciswandi/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Lumajang yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di bawah naungan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ketika dunia seringkali terasa dingin, ada sinar kebaikan yang tetap bersinar. Demikian yang terjadi di rumah duka Agus...

MEMOonline.co.id. Sampang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kabupaten Sampang terus memperkuat komitmen tata kelola keuangan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sebuah pengumuman beredar di kalangan pelaku usaha tambang di wilayah Gladak Perak, pasca meninggalnya seorang pekerja...

Komentar