Bertepatan Dengan Hari Tani Nasional, Puluhan Pemuda Sumenep Demo Kantor DPRD; Adakah Sisa Keadilan Bagi Para Petani ?

Foto: pukuhan pemuda sumenep saat melakukan aksi demo
1123
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Tanggal 24 September merupakan Hari Tani Nasional. 

Tepat dihari itu, para aktifis mengatasnamakan Brigade Rakyat dan Pemuda Nusantara (Bripda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, melakukan demonstrasi di depan Gedung DPRD Sumenep.

Puluhan mahasiswa tersebut menuntut agar pemerintah tidak tutup mata akan berbagai persoalan yang dialami para petani. 

Sebab sejak puluhan tahun Ialu bangsa lndonesia telah dikenal dunia sebagai negara agraris dimana mayoritas penduduknya mempertaruhkan nasib mereka dengan bercocok tanam.

"Kami tidak ingin petani hanya dijadikan budak para pemerintah, sementara hasil tanamnya tak dihargai," kata korlap aksi, M. Baihaqi.

Menurutnya, hampir di setiap provinsi di Indonesia memiliki jutaan hektar tanah telah dijadikan mata pencarian. 

Meski banyak tantangan bertubi-tubi seperti mahalnya harga pupuk, sulitnya akses irigasi hingga tidak menentunya harga jual ketika masa panen seakan menjadi suatu hal yang sangat lumrah.

"Bahkan terkadang pemerintah terkesan membiarkan hal ini terjadi begitu saja," jelasnya.

Ditengah kegelisahannya tersebut, para pemuda bersama masyarakat besar harapan bahwa kedepan pemerintah akan Iebih serius dalam mengawal isu-isu strategis yang menyangkut harkat dan martabat petani Indonesia.

"Kami sangat berharap agar pemerintah benar-benar memperhatikan kegelisahan masyarakat," tegasnya.

Ketua DPRD Sumenep, Hamid Ali Munir juga ikut merasakan bagaimana pedihnya para petani disaat sudah panen namun tidak terbeli. Terbukti dengan tembakau petani yang dibeli dibawah harga sewajarnya.

"Sejauh ini kita tidak hanya wacana saja, tapi ini memang aspirasi masyarakat yang harus kita laksanakan," jelasnya.

Selain itu, permasalahan petani yang ada di Kabupaten Sumenep memang sudah sewajarnya apabila benar-benar dikawal. Karena hampir semua warga ujung timur Pulau Madura itu merupakan petani.

"Insya Allah, semua aspirasi masyarakat dan pemuda ini akan kami tampung untuk selanjutnya disampaikan ke pemerintah pusat," tandasnya. (Fiq/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep memperpanjang masa penahanan Kepala Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Imrah, selama...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dugaan penangkapan seorang warga Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, terkait kasus narkoba menjadi...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Seorang pria berinisial I, warga Dusun Blumbang, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa...

MEMOonline.co.id. Jember- Sebuah video kecelakaan antara kereta api dan sepeda motor di Kabupaten Jember viral di grup WhatsApp, Rabu (13/5/2026)...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai mengintensifkan dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar...

Komentar