Foto: Bupati Sumenep A Busyro Karim saat memberikan sambutan
Foto: Bupati Sumenep A Busyro Karim saat memberikan sambutan
MEMOonline.co.id, Sumenep – Dalam rangka menyemarakkan malam takbir di Hari Raya Idul Adha 2019, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar lomba takbir keliling antar organisasi perangkat daerah (OPD), Sabtu (10/8/2019).
Lomba takbir keliling yang diikuti semua OPD yang ada di Kabupaten Sumenep ini, mengambil Start dari Rumah Dinas Bupati Sumenep.
Sementara routenya mulai dari jalan Cokro Aminoto, jln KH. Mansyur, jln Raung timur, jln Urip Sumoharja, (Polres) jln dr Cipto, (RSUD) jln Trunojoyo utara Hotel Utami, jln KH. Moh Hasyim (kebarat Hotel Wijaya) belok Kanan jln Diponegoro dan belok kanan dengan Finish depan Masjid Agung Sumenep.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Sumenep Dr KH. A Busyro Karim, M.Si, Sekdakab Ir Edy Rasiyadi, Ketua DPRD Sumenep, Kapolres Sumenep, Dandim Sumenep segenap pimpinan OPD Sumenep, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Sumenep A. Busyro Karim menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar Takbir keliling bertujuan untuk lebih menggelorakan takbir kepada masyarakat.
“Dengan semangat Idul Adha 1440 H. dan HUT RI ke-74 kita tingkatkan semangat berkorban, kepedulian dan cinta tanah air,” kata Bupati Busyro
Bahkan Bupati Busyro mengatakan, sebagai ummat Islam setidaknya kita selalu menggelorakan takbir seperti yang terlaksana sekarang.
“Di Idul korban kita harus bisa mengembangkan nilai nilai keislaman dalam diri kita bahkan kepada keluarga juga lingkungan,” jelasnya.
“Ini adalah metode kita, untuk lebih meningkatkan ajaran ajaran agama Islam dan menerapkan sebagai bentuk ketakwaan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa,” sambungnya.
Dalam kesempatan itu pula, politisi Partai PKB ini berharap, bukan hanya pada kesempatan kali ini saja menggelorakan takbir akan tetapi disetiap kesempatan harus digelorakan pula.
“Di mosholla dan di rumah rumah kita harus menggelorakan takbir, bahkan kepada anak dan cucu kita harus digelorakan pula”, pungkasnya. (Rawi/diens)