Diduga Terjadi Kebocoran Sumur Penampungan BBM, Puluhan Sumur Warga Cindogo - Bondowoso Tercemar 

Foto: petugas saat melihat air dari sumur warga yg diduga tercemar
1304
ad

MEMOonline.co.id, Bondowoso - Pencemaran udara merupakan masalah global yang memerlukan evaluasi dan sumber daya air pada semua tingkat (dari tingkat internasional untuk sumber air pribadi dan sumur).

Telah diakui karena polusi air adalah penyebab Terkemuka di dunia untuk kematian dan penyakit.

Seperti melepaskan yang terjadi di tanah milik Warga Desa Cindogo Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, yang dikembalikan tercemar limbah.

Membantu menyebabkan warga keruh dan sulit. Dan kejadian ini sudah terjadi sejak 1 tahun yang lalu.

Yoyok yang merupakan salah satu Tomas Desa Cindogo mengatakan, “Ada 10 kepala keluarga yang sumurnya tercemar limbah. Air sumur menjadi keruh dan lebih mudah diakses oleh warga masih dimanfaatkan untuk kebutuhan kamar mandi ”.

“Sementara untuk konsumsi kami membeli dan mengambil dari mata air di Desa Wonosari yang berjarak 3 km dari tempat ini”, Katanya.

Lebih lanjut Yoyok menjelaskan, "Sudah terjadi sekitar 1 tahun lalu sampai saat ini tidak ada yang melibatkan pihak terkait, baik Dari Dinkes maupun DLHP",

“Sementara Kami bersama Kepala Desa membuat laporan resmi terkait dengan pernyataan tersebut. ”Ujar Warga Rt. 03 Rw. 01 itu saat konversi.

“Kami pernah datang ke pihak puskesmas Tapen untuk uji Laboratorium perihal cadangan yang ada di dalam Air tersebut dengan biaya sebesar Rp. 600 Ribu, sudah kami bayarkan akan tetapi menurutnya tidak ada isi apapun dari uji lab tersebut dan Layak untuk konsumsi Padahal Airnya terlihat keruh dan diputar, masak ia kami mau mengkonsumsinya, ”Ujar Yoyok.

Sementara berdasarkan hasil penelusuran dan persetujuan beberapa warga, ditengarai bahwasanya menyebabkan pencemaran Air tersebut dari sumur penampungan Pompa BBM sekitar pemukiman warga.

Di tempat yang terpisah Kepala Desa Cindogo Faruk Amrullah, didampingi Babinsa Budi Prasetio menyetujui, "Warga hanya meminta kepada pengelola untuk melakukan perbaikan sumur penampungan yang bocor, biar Mereka puas," terangnya.

“Namun sampai saat ini tidak perlu dilanjutkan dan warga semakin resah dengan tidak ada tanggapan baik dari pihak terkait maupun pengelola Pom, dan jika memang bukan dari Pom lantas dari mana limbah tersebut, Kami butuh kejelasan agar tidak muncul spekulasi yang macam-macam, ”Papar Faruk.

Sementara itu, Toni salah satu Warga menuturkan jika jarak antara Pompa BBM dan rumah Warga kisaran 75 Meter, 

“Sudah sewajarnya penggantian Kami mendugaai kebocoran di Sumur penampungan BBM di Pom tersebut,” katanya. (Arik / diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep memperpanjang masa penahanan Kepala Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Imrah, selama...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dugaan penangkapan seorang warga Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, terkait kasus narkoba menjadi...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Seorang pria berinisial I, warga Dusun Blumbang, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa...

MEMOonline.co.id. Jember- Sebuah video kecelakaan antara kereta api dan sepeda motor di Kabupaten Jember viral di grup WhatsApp, Rabu (13/5/2026)...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai mengintensifkan dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar...

Komentar