Foto: AMPD Luruk Kantor PU Bina Marga dan Tata Ruang Pamekasan
Foto: AMPD Luruk Kantor PU Bina Marga dan Tata Ruang Pamekasan
MEMOonline.co.id, Pamekasan - Aliansi Mahasiswa Peduli Desa (AMPD) Pamekasan lakukan audiensi ke kantor Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Tata Ruang Pamekasan, menuntut beberapa pekerjaan proyek jalan poros desa dan jalan kabupaten yang ada di Desa Tanjung, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang terkesan tak ada kontroling dari pihak terkait, Kamis (18/01/2018).
Ahmad, salah satu massa AMPD menyampaikan bahwa di Desa Tanjung Pegantenan itu banyak pekerjan asal-asalan.
"Kualitas pengerjaan jalan yang dinilai asal-asalan hanya mampu bertahan dalam hitungan bulan. Yang berada di Dusun Taraben (jalannya ambruk), perbatasan Dusun Barokem Laok dan Daja (rusak), Dusun Gaddung Daja dan Mundung Timur (baru dibangun sudah rusak)," jelasnya.
Sementara itu, Totok Hartono, Kepala PU Bina Marga dan Tata Ruang menyampaikan, "Karena sumber dananya kita hanya menggunakan DAK, jadi untuk tahun lalu kita fakum, jadi sekarang kita proaktif dan mengajukan proposal dan meminta dukungan dari adek-adek sekalian ini," ucapnya.
Saat diminta untuk turun kelokasi berbarengan dengan massa AMPD, pihak PU menyampaikan, "Nantinya kita akan ajukan ke Inspektorat, sudahlah percaya saya, nanti senin kami langsung layangkan surat. Kalok seperti ini cukup miris, masak mau menjadi begini terus," tegas Totok.
"Kita sudah tidak mau lagi menggunakan lapen, minimalnya di daerah kota itu menggunakan Hotmix," tutur Totok.
"Awalnya DAKnya sebesar 18 Miliyard, saat ini turun menjadi 12 Miliyard, karena keadaan seperti ini," jelas Totok. (Faisol/diens)