Setahun Lebih Ngendap, Pelaku Penembakan Warga Talango Terungkap, Modusnya Santet...

Foto: Kapolres dan Kasubag Humas Polres saat menggelar jumpa pers dengan wartawan
1206
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Kasus penembakan Ibnu Hajar, Warga Dusun Beringinan, Desa Gapurana, Kecamatan Talango, Sumenep, Madura, Jawa Timur, akhirnya terungkap.

Meski pengungkapan kasus tergolong lambat (setahun lebih red), namun aparat Polres Sumenep mengungkapnya, dan menangkap dua orang pelakunya.

"Pelaku, sudah dua minggu yang lalu kami amankan," kata AKP Tego S Marwoto, Kasar Reskrim Polres Sumenep, Rabu, (31/7/2019).

Dua pelaku pembunuhan pada 20 April 2018 itu diduga berjumlah tiga orang. Namun, yang berhasil diamankan hanya dua orang, yakni berinisial M alias I warga Desa Essang dan N warga Desa Cabbiya Kecamatan Talongo.

Dua tersangka itu diamankan saat malam hari saat mereka berdua nonton kesenian tradisional berupa rukun di wilayah Kecamatan Talango.

"Sementara satu pelaku berinisial K masih buron, dan telah masuk daftar pencarian orang," jelasnya.

Dalam kasus ini lanjut Tego, M alias I warga dan N berperan sebagai otak pelaku pembunuhan. Sementara K merupakan eksekutor.

"Jadi mereka berdua melakukan pertemuan untuk melakukan pembunuhan pada korban dengan cara menyewa orang lain," jelasnya.

Sementara motif pembunuhan itu karena diduga korban memiliki ilmu hitam atau santet. "Jadi, katanya (pelaku) terdapat keluarga pelaku yang jadi korban korban. Sehingga pelaku merencanakan pembunuhan itu," tegasnya.

Akibat perbuatannya, dua pelaku dijerat dengan Pasal 340 sub. Pasal 338  Jo pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman diatas 20 tahun penjara.

"Kami terus melakukan pengembangan atas kasus ini, semoga dalam waktu dekat pelaku lain bisa terungkap," tegasnya.

Jum’at 20 April 2018 Ibnu Hajar ditembak orang tak dikenal sekitar pukul 18.45 WIB pada saat mengirim beras ke panti asuhan, di Dusun Beringinan, Desa Gapurana, Kecamatan Talango, Sumenep.

Korban ditembak saat mengendarai motor Honda Beat bernopol B 4906 TCJ warna putih, dengan membawa karung berisi beras. Saat keluar rumah sekitar 10 meter, korban ditunggu oleh seseorang. Lantas korban ditembak dari jarak dekat dan menyebabkan Ibnu Hajar meninggal dunia.

Kepolisian Polres Sumenep terkesan kesulitan mencari pelaku penembakan itu. Padahal, ciri-ciri umum pelaku sudah dikantongi sejak peristiwa itu baru terjadi. Saat ini Korps baju cokelat itu berdalih menunggu hasil hasil forensik proyektil dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Jawa Timur.

Poyektil yang dikirimkan ke Puslabfor Polda Jatim jenis kaliber 3,8. Jenis tersebut sama dengan proyektil yang biasa dipakai oleh petugas Kepolisian. Proyektil itu menjadi barang bukti polisi guna mengungkap pelaku dan motif kasus tersebut.

“Saya tidak mau andai-andai memutuskan itu, pluru milik siapa itu, karena harus dibuktikan saat diujui dan saya bukan ahlinya untuk itu,” tegansya. (Ita/diens).

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep memperpanjang masa penahanan Kepala Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Imrah, selama...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dugaan penangkapan seorang warga Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, terkait kasus narkoba menjadi...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Seorang pria berinisial I, warga Dusun Blumbang, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa...

MEMOonline.co.id. Jember- Sebuah video kecelakaan antara kereta api dan sepeda motor di Kabupaten Jember viral di grup WhatsApp, Rabu (13/5/2026)...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai mengintensifkan dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar...

Komentar