Foto: Penerimah PKH Kel pasar bhayangkara di duga banyak tdk tepat sasaran
Foto: Penerimah PKH Kel pasar bhayangkara di duga banyak tdk tepat sasaran
MEMOonline.co.id, Pali - Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pali, Sumetera Selatan diduga banyak yang tidak tepat sasaran, sehingga perlu dilakukan pendataan ulang.
Indikasinya, terdapat beberapa warga yang layak menerima namun tidak masuk dalam Penerima Manfaat (KPM). Salah satunya Sohir warga Kelurahan Pasar Bayangkara, Kabupaten Pali.
Secara adminitrasi, Sohir sangat layak menerima program tersebut. Dari sisi perekonomian, Sohir tergolong orang yang kurang mampu. Kesehariannya dia hanya bekerja sebagai buruh sadap karet milik orang lain. Selain itu juga belum memiliki rumah. Dia tinggal di gubuk milik kebun karet ia bekerja.
Selama sebulan, penghasilan Sohir berkisar Rp1 juta. Selain untuk menghidupi dirinya, selama ini Sohir menanggung beban tujuh anggota keluarga lain.
Lurah Pasar Bayangkara, Kabupaten Pali Dedi Martono, S.Pd. M.P.d mengatakan membenarkan jika pendataan keluarga pra sejahtera di Kelurahan Pasar Bayangkara belum valid.
"Pendataan untuk keluarga Pra sejahtera tidak valid dan pihak kelurahan mengusulkan ke dinas sosial Kabupaten PALI agar merubah data dan meminta warga yang mampu untuk mengundurkan diri di ganti yang tidak mampu" katanya saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya.
Menurut keterangan Pihak Kel. Pasar Bayangkara di salah satu Rukun Tetangga (RT) pengajuan data keluarga pra sejahtera sudah di lakukan dan di serahkan ke pihak kelurahan Pasar Bayangkara, tapi hingga saat ini belum ada verifikasi pemuntahiran data ke lapangan baik dari Dinsos Kab. PALI, PKH, dan Kelurahan.
"Betul setiap tahun kita usulkan ke dinsos Kab. PALI data keluarga miskin yang ada di kelurahan Pasar Bayangkara" tambah Dedi Martono, Spd. Mpd
Saat di konfirmasi hingga saat ini yang terjadi di lapangan seperti apa? Ia menyatakan realisasinya program PKH belum sesuai dengan harapan masyarakat.
"Realisasi belum sesuai dengan harapan, dan kami ada kejanggalan" terang mantan guru SMP N 1 Talang Ubi
Di tanya kembali kejanggalan seperti apa, ia juga menjelaskan data yang di sampaikan dan di laporkan pihak kelurahan sesuai data yang memang benar tidak mampu, namun pada kenyataannya yang menerima program PKH masyarakat yang kaya.
"Yang kami usulkan tidak sesuai kadang yg kaya dapat yg miskin tidak, pada saat rapat dengan dinsos klarifikasi, katanya data pusat tidak bisa diubah, pihak Lurah, RT, RW kadang yg jadi sasaran keluhan warga, tapi data tidak boleh diganti". Tutupnya (Syam/Jun)