Foto: Moh.Nurdin , peternak lebah asal Dusun Banasare Barat, Desa Banasare
Foto: Moh.Nurdin , peternak lebah asal Dusun Banasare Barat, Desa Banasare
MEMOonline.co.id, Sumenep -.Beternak lebah, merupakan pekerjaan alternatif saat ini, karena mudah dilakukan setiap orang.
Apalagi penghasilan dari beternak lebah, tidak kalah dari beternak lainnya, seperti ayam, itik, sapi dan kambing.
Tidak hanya itu, penjualan madu yang diproduksi lebah ternak, juga laris dipasaran.
Alhasil, peternak lebah bisa menyunggingkan senyumnya, manakala sudah panen madu.
Seperti Moh. Nurdin warga Dusun Banasare Barat, Desa Banasare, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang memulai beternak lebah, sejak empat tahun lalu.
Usaha Nurdin tampaknya tidak sia-sia, berkat keuletannya dalam mengelola penangkaran lebah, saat ini usahanya sudah membuahkan hasil. Bahkan sudah mampu menyerap puluhan pekerja yang diambil di sekitar kediamannya.
“Sekitar empat tahun saya merintis usaha di bidang penangkaran lebah, dan allhamdulillah berkembang hingga mampu menyerap puluhan tenaga kerja,” ujarnya.
Nurden juga menjelaskan suka dukanya dalam budidaya lebah, selain harus paham lokasi, dan waktu datangnya musim bunga, para petani madu harus pasrah jika nantinya tersengat oleh lebah.
“Yang namanya disengat lebah sudah biasa, apalagi saat pergantian musim bunga. Kita harus memindah box sarang lebah ke lokasi yang menghasilkan bunga,” terangnya.
Berkat ketekunannya, saat ini Moh Nurden telah menjadi suplayer madu terbesar untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Sumenep. Dengan harga jual yang relatif murah, dirinya menjadi acuan dari sejumlah pedagang, baik dari lokal Sumenep maupun luar daerah. (Ariel/diens)