Gambar Ilustrasi ribuan pencari kerja memadati Job Fair Bekasi di Cikarang Selatan, Rabu (5/12/2018).
Gambar Ilustrasi ribuan pencari kerja memadati Job Fair Bekasi di Cikarang Selatan, Rabu (5/12/2018).
MEMOonline.co.id, Bekasi - Cikarang Pusat - Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bekasi jumlah angka pengangguran di Kabupaten Bekasi sebanyak 172 ribu orang. Jumlah pengangguran tersebut masih tergolong tinggi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi, Edy Rochyadi, mengakui bahwa angka pengangguran di Kabupaten Bekasi memang cukup tinggi apabila mengacu pada data BPS.
Edy menjelaskan, bahwa masalah tingginya angka pengangguran tersebut disebabkan karena wilayah Kabupaten Bekasi merupakan kawasan industri. Sehingga, banyak warga dari daerah lain yang datang ke Kabupaten Bekasi untuk mendapatkan pekerjaan dan mengadu nasib demi kehidupan yang lebih baik.
”Jadi angka dari BPS itu tidak semuanya tercatat secara administrasi dan kependudukan di Kabupaten Bekasi. Karena warga yang datang dari luar daerah juga terdata sebab bertempat tinggal di Kabupaten Bekasi,”ucapnya.
Ditambahkan Edy, bahwa dasar BPS mendata angka pengangguran adalah seluruh masyarakat yang bertempat tinggal di Kabupaten Bekasi dalam kurun waktu 6 bulan.
“Jadi banyak faktor penyebab. Selain sebagai daerah industri dan jasa, nilai upah minimum yang tinggi juga menjadi indikator penyebab begitu banyak pendatang baru yang belum tentu langsung mendapat kerja. Sehingga menganggur dan tinggal lama di Kabupaten Bekasi yang pada akhirnya masuk pendataan BPS,” tuturnya.
Walaupun angka pengangguran di Kabupaten Bekasi masih tergolong tinggi, pihaknya tetap melakukan upaya dengan memanfaatkan balai latihan kerja (BLK) yang ada.
Selain itu, pihaknya berencana untuk memaksimalkan penyerapan tenaga kerja khusus untuk warga Kabupaten Bekasi.
“Setiap tahun akan ada puluhan ribu warga yang baru lulus, baik tingkat SLTA dan Pergurun tinggi. Hal ini harus menjadi perhatian kami untuk memberikan penyaluran lapangan kerja. Dan dalam waktu dekat kami akan berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan,”tuntasnya. (Bam/Diens).