Dihadapan Puluhan Ribu Jama'ah, Cawapres Ma'ruf Amin Ngaku Keturunan Raja Pamekasan

Foto : Puluhan Ribu Jama'ah menghadiri Istighosah Kobro dan Silaturrahmi Ulama, Santri dan Masyarakat Madura bersama Cawapres Ma'ruf Amin
1673
ad

MEMOonline.co.id, Pamekasan - Hadir ke Kota Gerbang Salam, Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 1, KH. Ma'ruf Amin mengaku kuturunan asli Raja Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Pengakuan itu dilontarkan saat menghadiri 'Istighotsah Kobro dan Silaturrahmi Ulama, Santri dan Masyarakat Madura' di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan yang dihadiri puluhan ribu Jama'ah dari berbagai penjuru dan pelosok desa, Selasa (19/03/2019) sore hari.

"Saya ini keturunan Pamekasan, dari Raja Pamekasan. Jadi rugi jika tidak memilih saudaranya sendiri yang asli warga Madura," kata Kyai Ma'ruf Amin dalam sambutannya.

Menurutnya, dari Kyai Demong Plakaran Arosbaya, salah satu Raja di Bangkalan dan Pamekasan. Kemudian, Pangeran Ronggosukowari itu kemudian lahirlah kerabat-kerabat KH. Ma'ruf Amin.

"Karena saya asli Madura, mana mungkin saya lupa Madura. Karena di Madura ini masih saudara saya semua," ucapnya.

Selain menceritakan nasabnya, Cawapres dari pasangan Joko Widodo itu menyatakan warga Madura jangan sampai ada yang terpengaruh dengan berita-berita bohong (Hoax).

"Kemaren beredar info kalok saya berpasangan sama Pak Jokowi nantik akan di ganti Ahok. Mau diganti gimana, emangnya RT/RW yang mudah digonta-ganti," jelasnya.

Ma'ruf menuturkan, jika ada orang yang mudah di bodohi itu adalah orang oon. Sebab, kata dia, di Pamekasan ini tidak ada orang yang oon dalam mengkonsumsi berita hoax.

"Jadi saya tanya, Presidennya sekarang siapa?. Kementrian Agama dibubarkan apa tidak?. Adzan dilarang apa tidak?. Perzinahan dilegalkan apa tidak?. Gitu aja kok enteng ya. Tapi ente kok gak paham-paham. Alhamdulillah, makanya jangan mudah terprofokasi" tegasnya sembari mengingatkan Jama'ah.

Lebih lanjut, Ma'ruf mengatakan, sekali iman tetap iman. Sekali nomor satu tetap nomor satu. "In Shaa Allah," ungkapnya.

"Ada yang bilang Kyai Ma'ruf itu hanya dijadikan alat. Emangnya cangkul apa?, emangnya pacul apa?. Saya ini RAIS PBNU, saya ini ketua Majelis Ulama', kok jadi cangkul," tuturnya.

Soal dirinya mengapa mau menjadi Cawapres. Menurutnya, karena dirinya terispirasi dalam cerita teraturisida waktu di ibtidaiyah.

Kata Ma'ruf, ada orang tua menanam pohon, waktu ditanya kenapa bapak sudah tua masih mau menanam pohon, padahal bapak tidak akan menikmati hasilnya. Pohonnya belum berbuah, bapak mati duluan.

Saya menanam pohon, lanjut Ma'ruf, bukan untuk saya sendiri, tapi untuk generasi yang akan datang.

"Jadi saya mencalonkan diri ini bukan untuk saya, tapi untuk kalian, generasi zaman now. Karena Ulama' di Indonesia ini hanya habis waktu Gus Dur doang. Sehingga saya ingin menjadi penerus Ulama' yang menjadi pemimpin Nusantara. Dan nantinya bukan hanya berhenti di saya saja, tapi warga NU, santri dan warga Madura juga bisa menjadi penerus saya menjadi pemimpin di Nusantara ini," pungkasnya. (Faisol/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep memperpanjang masa penahanan Kepala Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Imrah, selama...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dugaan penangkapan seorang warga Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, terkait kasus narkoba menjadi...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Seorang pria berinisial I, warga Dusun Blumbang, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa...

MEMOonline.co.id. Jember- Sebuah video kecelakaan antara kereta api dan sepeda motor di Kabupaten Jember viral di grup WhatsApp, Rabu (13/5/2026)...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai mengintensifkan dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar...

Komentar