Setiap Tahun, Produksi Bawang Merah di Kecamatan Rubaru Melimpah

Foto: ilustrasi petani panen bawang merah
2566
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep – Dalam setiap tahunnya, produksi bawang merah yang dihasilkan petani bawang di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melimpah.

Pasalnya, setiap tahunnya produksi bawang merah yang dihasilkan petani Kecamatan Rubaru, tidak kurang dari 4.800 ton.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Sa'dawi Jayadi, selaku Koordinator Penyuluh Pertanian, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kecamatan Rubaru.

"Secara akumulatif produksi bawang merah di Kecamatan Rubaru tidak kurang dari 4.800 ton setahun," katanya.

Menurutnya mayoritas petani bawang merah di Kecamatan Rubaru melakukan penanaman tiga kali selama setahun. Musim tanam pertama antara bulan Februari-Maret, musim tanam kedua antara Mei-Juni dan musim tanam ketiga antara bulan Oktober-November.

"Luas lahan setiap musim tanam tidak kurang dari 600 hektar, dengan tingkat produksi mencapai 60 ton perhektar dalam satu kali panen," jelasnya.

Dari tiga musim tanam, kata Sa'dawi petani lebih banyak melakukan budidaya bawang merah pada musim tanam pertama. Salah satu pertimbangan petani, karena ketersediaan air masih banyak karena masih masuk musim kemarau meski curah hujan tidak terlalu tinggi. Karena Kecamatan Rubaru masuk kawasan sawah tadah hujan.

Kendat begitu, resiku yang harus dihadapi petani bila mana melakukan budidaya di musim tanam pertama sangat tinggi, karena bawang merah mudah terserang penyakit. Seperti penyakit pusarium atau penyakit layu (penyakit muler yang lumrah dikenal oleh petani di Kecamatan Rubaru).

"Ini bisa menyebabkan gagal panen karena bawang merah mati bagi petani yang kurang pengalaman. Bagi, petani yang sudah pengalaman, justru pada musim pertama itu sangat bagus dan produksinya cukup tinggi," jelasnya.

Disinggung masalah pemasaran, selama ini kata dia petani tidak merasa kesulitan meski petani tidak menjual hasil panennya di daerah Sumenep. "Petani sudah biasa, saat panen mengirim ke Surabaya, katanya dijual di pasar Sayangan Surabaya. Kakau misim panen musim tanam pertama tidak kurang dari 10 pickup setiap hari," tegasnya.

Kacamata Rubaru selama ini dikenal sebagai daerah penghasil holtikultura terbesar di Kabupaten Sumenep. Sehingga kecamatan yang terdiri dari 11 desa itu dikenal sebagai wilayah agropolitan. (Ita/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Fakta terbaru terungkap setelah media mewawancarai Ery Dyahyu Cahyani, Kepala Bidang Koordinasi Wilayah (Korwil)...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Baru beberapa hari dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Achmad...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Sebanyak 132 perumahan di Kota Batu, baru 72 perumahan yang menyerahkan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) ke...

MEMOonline.co.id. Sampang- Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kabupaten...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Perkara dugaan tindak pidana korupsi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Sumenep memasuki babak...

Komentar