Tak Jelas Siapa Pengelolanya, Penghuni Blok A Pasar Anom Baru Sumunep Luruk Pemkab

Foto: puluhan pedagang pasar anom baru saat mendatangi kantor pemkab
944
ad

MEMO online, Sumenep - Lantaran hingga saat ini tak jelas siapa pengelolanya, puluhan pedagang pasar anom baru kgususnya penghuni Blok A, berbondong-bondong mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) Sumenep. Jum'at (22/12/2017).

 

Lukman Hakim selaku perwakilan dari pedagang mengatakan bahwa kedatangannya ke kantor Pemkab sumenep untuk ketemu dengan bupati langsung ingin diskusi terkait kejelasan pengelola pasar anom blok A.

 

Menurutnya, sampai saat ini para pedagang resah karena tidak adanya kejelasan terkait pengelola pasar anom blok A, karena sampai hari ini pengelolanya tidak jelas dan penuh tanda tanya siapa pengelolanya?, antara UPT Pasar Anom Sendiri Atau Pihak BPRS selaku kontraktor dari pembangunan pasar anom blok A ini.

 

" Pengelola blok A ini tidak jelas di satu sisi pihak UPT Selaku penanggung juga ingin mengelolanya, di sisi lain pihak BPRS juga berkeinginan untuk mengelolanya, dengan adanya polemik semacam itu para pedagang yang jadi korban," tuturnya.

 

Kemudian Lukman dengan rawut kecewa melanjutkan, puncak dari adanya polemik semacam itu saat ini sudah sangat dirasakan buktinya: Listrik di blok A Sudah 2 hari dimatikan oleh PLN karena tidak dibayar oleh pihak BPRS dan keamanan di blok A sudah tidak terjamin karena pihak BPRS mencabut semua penjaga keamanannya.

 

"Sudah 2 hari listrik di blok A mati dan penjaga keamanannya tidak ada jadi hal ini akan berikibat terhadap keamanan barang-barang kami yang ada di Ruko ini," tuturnya.

 

Sementara Bapak Mustangin selaku Kepala Bagian Perekonomian yang mewakili bapak bupati untuk menemui para pedagang menjelaskan perihal kondisi pasar anom blok A saat ini.

 

Pihaknya juga punya tanggung jawab terkait kegiatan perekonomian yang ada di pasar anom blok A, Tapi beliau mengatakan soal pengelolaan hal ini adalah tanggung jawab di bidang teknis, Untuk persoalan listrik kami akan berusaha menalangi terlebih dahulu selanjutnya akan kami diskusikan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab soal ini.

 

"Untuk persoalan matinya listrik biar kami talangi terlebih dahulu tapi terkait persoalan pengelolaan bukan kewenangan kami karena hal itu merupakan kewenangan bidang teknis, tuturnya. (Nafi/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep memperpanjang masa penahanan Kepala Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Imrah, selama...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dugaan penangkapan seorang warga Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, terkait kasus narkoba menjadi...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Seorang pria berinisial I, warga Dusun Blumbang, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa...

MEMOonline.co.id. Jember- Sebuah video kecelakaan antara kereta api dan sepeda motor di Kabupaten Jember viral di grup WhatsApp, Rabu (13/5/2026)...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai mengintensifkan dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar...

Komentar