Tak Jelas Siapa Pengelolanya, Penghuni Blok A Pasar Anom Baru Sumunep Luruk Pemkab

Foto: puluhan pedagang pasar anom baru saat mendatangi kantor pemkab
949
ad

MEMO online, Sumenep - Lantaran hingga saat ini tak jelas siapa pengelolanya, puluhan pedagang pasar anom baru kgususnya penghuni Blok A, berbondong-bondong mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) Sumenep. Jum'at (22/12/2017).

 

Lukman Hakim selaku perwakilan dari pedagang mengatakan bahwa kedatangannya ke kantor Pemkab sumenep untuk ketemu dengan bupati langsung ingin diskusi terkait kejelasan pengelola pasar anom blok A.

 

Menurutnya, sampai saat ini para pedagang resah karena tidak adanya kejelasan terkait pengelola pasar anom blok A, karena sampai hari ini pengelolanya tidak jelas dan penuh tanda tanya siapa pengelolanya?, antara UPT Pasar Anom Sendiri Atau Pihak BPRS selaku kontraktor dari pembangunan pasar anom blok A ini.

 

" Pengelola blok A ini tidak jelas di satu sisi pihak UPT Selaku penanggung juga ingin mengelolanya, di sisi lain pihak BPRS juga berkeinginan untuk mengelolanya, dengan adanya polemik semacam itu para pedagang yang jadi korban," tuturnya.

 

Kemudian Lukman dengan rawut kecewa melanjutkan, puncak dari adanya polemik semacam itu saat ini sudah sangat dirasakan buktinya: Listrik di blok A Sudah 2 hari dimatikan oleh PLN karena tidak dibayar oleh pihak BPRS dan keamanan di blok A sudah tidak terjamin karena pihak BPRS mencabut semua penjaga keamanannya.

 

"Sudah 2 hari listrik di blok A mati dan penjaga keamanannya tidak ada jadi hal ini akan berikibat terhadap keamanan barang-barang kami yang ada di Ruko ini," tuturnya.

 

Sementara Bapak Mustangin selaku Kepala Bagian Perekonomian yang mewakili bapak bupati untuk menemui para pedagang menjelaskan perihal kondisi pasar anom blok A saat ini.

 

Pihaknya juga punya tanggung jawab terkait kegiatan perekonomian yang ada di pasar anom blok A, Tapi beliau mengatakan soal pengelolaan hal ini adalah tanggung jawab di bidang teknis, Untuk persoalan listrik kami akan berusaha menalangi terlebih dahulu selanjutnya akan kami diskusikan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab soal ini.

 

"Untuk persoalan matinya listrik biar kami talangi terlebih dahulu tapi terkait persoalan pengelolaan bukan kewenangan kami karena hal itu merupakan kewenangan bidang teknis, tuturnya. (Nafi/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memastikan sebanyak 246 desa akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan di Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Dalam upaya memperkuat sinergi antara tata kelola energi nasional dan kebijakan fiskal di daerah, SKK Migas Perwakilan...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Kabupaten Sumenep berlangsung semarak dengan digelarnya Pawai Lampion,...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Usaha pengolahan kayu CV Surya Agro Mandiri yang beralamat di Desa Ledoktempuro, Kecamatan Randuagung, Kabupaten...

Komentar