Foto: Honorer K2 Sumenep saat di komisi IV DPRD
Foto: Honorer K2 Sumenep saat di komisi IV DPRD
MEMOonline.co.id, Sumenep – Lantaran hingga saat ini belum ada kejelasan terkait nasibnya, puluhan tenaga honorer kategori dua (K2) Sumenep, Madura, Jawa Timur, meluruk DPRD setempat, Rabu (17/10/2018).
Sementara kedatangan 70 tenaga honorer tersebut dalam rangka meminta kejelasan terkait kenaikan upah mereka.
Sedangkan sesampainya di gedung parlemen mereka ditemui Ketua DPRD Sumenep, Herman Dali Kusuma, dan sejumlah anggota di ruang Komisi IV.
"Kedatangan kami kesini untuk meminta Anggota Komisi IV DPRD dan Pemerintah Daerah untuk menaikkan upah guru K2," kata Abd Wahid, salah satu Pengurus K2 Sumenep.
Sebab, selama ini pihaknya mengaku sudah menjalankan tugas sebagai guru dengan baik. Namun, kesejahteraan mereka kurang diperhatikan oleh pemerintah.
"Selama ini kami mendapat insentif Rp 350 ribu per bulan. Jumlah itu tidak sesuai dengan kebutuhan hidup kami," terangnya.
Maka dari itu, mereka minta legislatif dan eksekutif menaikkan insentif guru K2. Dari Rp 350 ribu per bulan menjadi Rp 1 juta per bulan.
"Sesuai kesepakatan, kami meminta kenaikan Rp 1 juta per bulan. Kami berharap permintaan kami ini dipenuhi oleh pemerintah," tukasnya.
Sementara Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma menyambut baik upaya pada honorer K2. Sebagai pimpinan dewan, dirinya akan mengupayakan kenaikan honorer K2.
"Saya sangat setuju jika gaji honor K2 itu dinaikan," tegasnya. (Ita/diens)