KPU Sumenep Tegas Tak Akan Lakukan Seleksi Ulang Bila Ada PPK-PPS Mundur

Foto: Malik Mustafa Komisioner KPU Sumenep
1267
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengaku tidak akan melakukan seleksi ulang apabila terdapat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada Pemilu 2019 yang mengundurkan diri.

"(Penggantinya) tidak melalui rekrutmen kembali," kata Komisioner KPU Sumenep Malik Mustofa.

Menurutnya, sesuai aturan mekanisme pergantian dilakukan dengan cara KPU meminta rekomendasi kepada salah satu tokoh masyarakat dan juga lembaga pendidikan dimana penyelenggaraan Pemilu itu mengundurkan diri.

"Bila ada yang mundur kami langsung lakukan tindakan, dan kami langsung ganti," tegasnya.

Hanya saja Malik tidak menyebutkan jumlah PPK atau PPS yang mengundurkan diri. Namun, mantan aktivis Jakarta itu mengakui terdapat beberapa PPS yang mengundurkan diri.

"Ada, tapi jumlah pastinya belum kami lihat, datanya ada di Kantor, yang jelas kalau ada yang mundur langsung kami ganti," tegasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Dinas Sosial terdapat 71 dari 121 Pendamping PKH mengundurkan diri. Mereka mengundurkan diri karena beberapa faktor, salah satunya karena rangkap jabatan sebagai penyelenggara Pemilu. (Ita/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Lumajang yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di bawah naungan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ketika dunia seringkali terasa dingin, ada sinar kebaikan yang tetap bersinar. Demikian yang terjadi di rumah duka Agus...

MEMOonline.co.id. Sampang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kabupaten Sampang terus memperkuat komitmen tata kelola keuangan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sebuah pengumuman beredar di kalangan pelaku usaha tambang di wilayah Gladak Perak, pasca meninggalnya seorang pekerja...

Komentar