Foto : Pres Realis Ketua Panitia di Hotel Odaita Pamekasan
Foto : Pres Realis Ketua Panitia di Hotel Odaita Pamekasan
MEMOonline.co.id, Pamekasan - Polres Pamekasan melalui Kepolisian Sektor (Polsek) Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menggagalkan acara orkes dalam rangka penutupan HUT RI ke-73 di Kelurahan Barurambat Timur.
Penggagalan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian itu diduga ada desakan dari Ormas Islam. Yang menuding bahwa kegiatan itu diduga akan menggelar orkes yang tak Islami, dengan begitu akan bertentangan dengan jargon/icon Kota Gerbang Salam (Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami).
Namun, hal itu dibantah langsung oleh Maharuddi, Ketua Panitia pelaksana acara tersebut. Ia mengatakan, orkes yang akan diselenggarakan untuk penutupan HUT RI ke-73 itu, para artisnya akan menggunakan pakaian yang sewajarnya (Islami).
"Kami sudah melakukan kesepakatan bersama sebelum dimulainya acara, bahwa artis yang mengisi itu harus mengenakan pakaian yang Islami. Tapi tetap digagalkan begitu saja," ucap Mahar, sapaan akrabnya saat dihubungi melalui via telepon selulernya (06/09).
Bahkan, Mahar mengatakan, bahwa kegiatan orkes itu sudah dilengkapi perizinannya.
"Kegiatan itu sudah mengantongi izin keramaian dari Polsek Pademawu dengan nomor S1/73/VIII/2018/Polsek. Lucunya, acara tersebut langsung digagalkan seketika oleh pihak Kepolisian tanpa adanya konfirmasi kembali kepada kami," tuturnya.
Mahar menjelaskan, dengan adanya penggagalan itu, pihaknya sangat dirugikan.
"Semua persedian sudah kami siapkan, termasuk panggung sudah berdiri dengan tegak. Kerugian kami kurang lebih 10 jutaan lebih. Itupun dananya melalui swadaya masyarakat sekitar," jelasnya.
Kerena merasa sangat dirugikan dengan tindakan pihak Kepolisian, dirinya menegaskan akan tetap meminta ganti rugi.
"Kami menginginkan acara kami yang sempat digagalkan kembali digelar, jika tidak ia ganti rugi sesuai kerugian yang kami alami," ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Pademawu, AKP Sudarisman melalui Wakapolsek, Ipda Nanang mengakui akan adanya penggagalan orkes itu. Ia mengatakan, bahwa digagalkannya orkes itu lantaran adanya desakan dari warga dan Ormas.
"Ormas meminta agar acara hiburan itu digagalkan, karena penampilan artis yang dinilai kurang pantas, selain itu ini intruksi dari Polres Pamekasan agar digagalkan," ucap Nanang. (Faisol)