Foto: Bambang Iswondo, Kasi Pelayanan Kebersihan DLH Pemkot Batu
Foto: Bambang Iswondo, Kasi Pelayanan Kebersihan DLH Pemkot Batu
MEMOonline.co.id, Kota Batu – lantaran merasa tidak nyaman dengan teror oknum yang mengaku wartawan, Kasi Pelayanan Kebersihan DLH Pemkot Batu Bambang Iswondo, akhirnya lapor Polisi. Niat itu sebenarnya tidak pernah terbesit dibenak Bambang , pasalnya dia ingin membujuk peneror untuk ketemuan.
Namun setiap kali dihubungi, peneror tidak merespon, hanya membalas via sms dengan bahasa yang keji dan kotor. Setelah didesak beberapa wartawan, akhirnya bambang resmi melaporkan kejadian itu pada Polres Batu.
Di depan penyidik, Bambang menceritakan kronologis teror yang diterimanya. Bahkan, peneror yang mengaku wartawan dari media terkenal itu meminta sejumlah uang.
"Sebenarnya saya mau baik baik, saya telpon ngomong baik baik. Tapi balasan si peneror malah menyakitkan. Berkata jorok, sadis, sambil menjelek jelekan istri saya," urai Bambang (4/9/2018).
Meski Bambang membuat laporan Polisi, dirinya sebenarnya tidak tega membawa urusan tersebut ke ranah hukum. Namun jika teringat kata-kata yang dikirimkan peneror via SMS, Bambang jadi geram.
"Biar masalah ini jadi pembelajaran semuanya, dan pelaku bisa jera," timpal Bambang.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Batu AKP. Anton Widodo.SH saat dihubungi tidak ada di tempat. Anton sedang ada kegiatan di Polda Jawa timur.
"Maaf, saya sedang giat di Polda. Kalau memang korban membuat laporan resmi, ya akan kita tindak lanjuti,. Tersangka menggunakan alat melalui HP, jadi pelaku nantinya kita jerat dengan UU IT. Tunggu saja perkembangannya," ungkap Anton singkat.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, aksi pemerasan disertai penipuan kata-kata kotor dilakukan oknum yang mengatas namakan wartawan dialami Kasi dan Kadis. Hal itu terjadi di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kota Batu. Bahkan menurut pengakuan dari Kepala Dinas, Drs. Arif As Siddiq kejadian serupa itu sudah berlangsung lama dan kerap terjadi.
Tragisnya, aksi teror via sms yang dilakukan oknum yang mengaku wartawan itu, dibaca oleh anak dan istri korban. Atas kejadian itu, keluarga korban mengalami tekanan psikologis. Sejumlah wartawan di Batu dan Malang mulai mencari tahu siapa pelaku yang sengaja mencoreng citra wartawan itu. Semoga saja, Polisi dapat segera menangkap pelaku. (Risma/diens)