Terungkap ! Seratus Orang Lebih Pendamping PKH di Sumenep Rangkap Jabatan

Foto: R Aminullah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep
2026
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep – Sedikitnya, seratus orang lebih Pendamping program keluarga harapan (PKH) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur terdeteksi rangkap jabatan.

Hal itu dikatakan oleh R Aminullah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep. Menurutnya berdasarkan data yang dimiliki terdapat 100 lebih pendamping PKH yang rangkap jabatan.

Namun, meski hal itu sudah lama diketahui, pendamping PKH yang terdeteksi rangkap jabatan tetap aman-aman saja bertugas di dua jabatan, lantaran tak ada sanksi tegas dari pemerintah.

"Ada 100 sekian (pemdamping PKH) yang rangkap jabatan. Separuh melanggar aturan dan separuh pendamping PKH tidak melanggar, karena bekerja dibawah lima jam " katanya saat dikonfirmasi media.

Dikatakan sebagian pendamping PKH merangkap sebagai penyelenggara Pemilu, guru sertifikasi dan sejumlah jabatan lain, serta dikabarkan terdapat pendamping PKH yang diketahui mendaftarkan diri sebagai calon legislatif pada Pemilu 2019.

Secara aturan kata Minul pendamping PKH tidak diperbolehkan merangkap jabatan dengan jam kerja diatas lima jam. Sehingga mereka harus memilih diantara salah satunya. Selain itu juga tidak diperbolehkan seorang menerima dua gaji yang berasal dari keuangan negara.

"Saya sudah panggil korcamnya, agar (pendamping PKH rangkap jabatan) segera mengundurkan diri. Pilihlah yang mana dianggap lebih menguntungkan," ungkapnya.

Untuk mempertegas permasalahan itu, dalam waktu dekat Minul kembali akan melakukan rapat dengan koordinator Pendamping PKH tingkat kecamatan.

Hanya saja dirinya mengakui Pemerintah Daerah tidak bisa memberikan sanksi meski banyak pendamping PKH yang rangkap jabatan. Namun, data tersebut nantinya akan dilaporkan pada Kementerian Sosial.

"Kami hanya bisa melaporkan, karena yang mengangkat pendamping itu adalah kementerian sosial, dan apabila ada yang melanggar sesuai regulasi, sanksinya dikembalikan menteri sosial. Apakah nanti gajinya ajarus dikembalikan atau tidak," tegasnya. (Ita/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Upaya mengurangi sampah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat terus dilakukan di Desa Pagerungan Besar,...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Praktik pungutan yang diduga terselubung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Jalan Kalimas, Lumajang, kini kian menjadi...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Kabar duka menyelimuti skena underground punk Kota Batu. Rockim, vokalis utama band punk rock BRAIN WASH “Theraphy...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi dalam rangka memperingati Hari...

Komentar