Foto: Akh. Zaini, Kepala Dispendukcapil Sumenep saat ditemui wartawan di ruang kerjanya
Foto: Akh. Zaini, Kepala Dispendukcapil Sumenep saat ditemui wartawan di ruang kerjanya
MEMO online, Sumenep –Perekaman dan pencetakan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang diprediksi selesai akhir tahun ini, ternyata masih tersisa 10 persen dari jumlah total masyarakat yang ada.
Dari sekitar 10.000 blanko kartu e-KTP yang diterima oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat, saat ini masih tersisa 4000 keping.
Padahal, perekaman e-KTP sudah dilakukan secara maksimal oleh Disduk Capil Sumenep.
Namun karena banyaknya warga yang sudah lanjut usia, serta minimnya kesadaran masyarakat untuk melakukan perekaman e-KTP itu, membuat perekapan dan pencetakan e-KTP tak selesai.
Kepala Dispendukcapil Sumenep Akh. Zaini menjelaskan, 10 persen penduduk yang belum melakukan rekam data e-KTP tersebut terbagi menjadi tiga golongan. Yaitu, penduduk yang sudah meninggal, penduduk yang berada di luar kabupaten, dan penduduk yang tidak peduli dengan program e-KTP.
"Yang sudah melakukan perekaman di 2017, kami perkirakan tuntas semua di 2018. Nah untuk golongan satu dan dua hampir tidak mungkin dilakukan, tapi untuk golongan ketiga masih bisa diusahakan," katanya, Senin (11/12/2017).
Untuk memaksimalkan jumlah pendaftar, pihaknya menggalakkan program jemput bola. Namun, program tersebut tidak berjalan mulus.
Hingga saat ini masih ada dua kecamatan yang belum tersentuh program itu, yaitu Kecamatan Sapeken dan Arjasa. Sebab, lokasi itu sulit terjangkau.
"Apalagi kan ombak sedang tinggi. Jadi, kami belum berani mengirim petugas untuk mendatangi dua kecamatan itu," terangnya.
Sementara, ditanya terkait persiapan jelang pemilihan gubernur (Pilgub) dan pemilihan presiden (Pilpres) mendatang karena data penduduk rawan tidak sesuai dengan data KPU, Zaini mengatakan bahwa pihaknya memaksimalkan awal tahun 2018 sudah selesai semua.
"Insya Allah kita targetkan 2018 semua perekaman dan pencetakan tuntas. Kalau sudah selesai semua, otomatis data pemilih nanti sesuai," pungkasnya. (Fik/diens)