Foto: Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi
Foto: Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi
MEMOonline.co.id. Sumenep- Komisi IV DPRD Sumenep akan memanggil Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) serta pihak Event Organizer (EO) Madura Culture Festival (MCF) 2025.
Langkah ini diambil menyusul dugaan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan event budaya tahunan tersebut, yang diketahui menelan anggaran APBD sebesar Rp310 juta.
Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi, mengungkapkan bahwa pemanggilan akan dilakukan pada pekan depan untuk meminta klarifikasi terkait penggunaan anggaran tersebut.
“Komisi IV akan memanggil pihak terkait minggu depan. Kami ingin memastikan penggunaan anggaran itu transparan dan sesuai peruntukannya,” ujar Mulyadi, Jumat (10/10/2025).
Mulyadi menilai, laporan realisasi kegiatan MCF 2025 tidak sebanding dengan hasil yang diterima daerah.
Dari total anggaran ratusan juta rupiah, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tercatat hanya sekitar Rp4,9 juta.
“Angka itu sangat tidak masuk akal. Kami menduga ada penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut,” tegas politisi Partai Demokrat itu.
Menurutnya, kegiatan MCF 2025 seharusnya menjadi ajang promosi budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif masyarakat Madura.
Namun, yang terjadi justru diduga menjadi “bancakan” bagi oknum tertentu.
Selain itu, Mulyadi juga menyatakan dukungannya terhadap langkah masyarakat yang telah melayangkan laporan pengaduan (Dumas) ke Kejaksaan Negeri Sumenep terkait dugaan penyalahgunaan anggaran tersebut.
“Kalau memang terbukti ada penyalahgunaan, kami minta aparat penegak hukum ikut turun tangan,” pungkasnya.
Penulis : Alvian
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak